BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Kuala Dangkal, Nelayan Lamno Terancam Tak Bisa Melaut: Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Adelia Syafitri - Kamis, 09 Oktober 2025 08:34 WIB
Kuala Dangkal, Nelayan Lamno Terancam Tak Bisa Melaut: Pemerintah Diminta Bertindak Cepat
Satu unit boat nelayan tersangkut akibat kondisi Kuala Daya, Lamno yang dangkal, Selasa (7/10/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH JAYA – Ratusan nelayan di wilayah Lhok Kuala Daya, Kecamatan Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, kini tak bisa melaut akibat kondisi kuala pelabuhan yang kian dangkal.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena mayoritas warga di daerah tersebut menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Baca Juga:
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh, Azwar Anas, menegaskan bahwa dangkalnya kuala telah menjadi masalah kronis yang terjadi hampir setiap tahun, namun belum mendapat penanganan serius dari pemerintah.

"Persoalan dangkalnya kuala ini bukan hal baru, setiap tahun selalu terjadi, namun hingga kini pemerintah terkesan menutup mata," ujar Azwar, (9/10/2025).

Berdasarkan laporan dari Panglima Laot (lembaga adat nelayan Aceh) Lhok Kuala, jumlah nelayan di kawasan tersebut mencapai ratusan orang.

Ketidakmampuan mereka melaut secara langsung memukul ekonomi masyarakat setempat.Azwar menekankan pentingnya dukungan nyata dari pemerintah, termasuk pembangunan tanggul pemecah ombak (breakwater) dan pengerukan rutin kuala untuk membuka kembali akses menuju laut.

"Kami berharap Gubernur Aceh dapat menunjukkan kepedulian nyata terhadap nelayan kecil atau nelayan tradisional yang kini sedang kesulitan. Apalagi, dengan dana otonomi khusus (otsus) Aceh yang besar, seharusnya pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib para nelayan," katanya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, beberapa nelayan bahkan mengalami musibah saat berupaya menavigasi kuala yang dangkal.

Azwar juga mengimbau anggota legislatif di parlemen untuk memperjuangkan anggaran pemberdayaan nelayan, termasuk bantuan sarana dan prasarana penunjang kegiatan melaut.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pangan Aceh Jaya, Ridwan, membenarkan bahwa mata pencaharian utama warga Lhok Kuala Daya berasal dari sektor perikanan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya telah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) di wilayah tersebut.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Aksi Robin Hood ala Presiden Prabowo
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Kamis 9 Oktober 2025: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Kutip Berita Tanpa Izin? Siap-Siap Kena Royalti di UU Hak Cipta Baru!
Gerakan Pangan Murah di SPN Seulawah: Polri Hadir untuk Kesejahteraan Masyarakat
Sumut Target Juara di PON Bela Diri 2025, Sekdaprov: “Kita Gudangnya Atlet Tangguh!”
Satreskrim Polres Bener Meriah Tuntaskan Berkas Kasus BBM Subsidi, Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bener Meriah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru