Kawal Proyek Peta Dasar Rp 4,7 Triliun BIG dari Bank Dunia, Kejagung Pasang Badan Mencegah Korupsi
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
BATUBARA— Kesabaran warga tampaknya telah habis. Aksi unik sekaligus menyedihkan dilakukan oleh warga Desa Benteng dan Desa Pahang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, yang menanam pohon pisang di tengah jalan rusak parah sebagai bentuk protes terhadap lambannya perbaikan infrastruktur oleh pemerintah daerah.Video aksi tersebut viral di media sosial, memperlihatkan kondisi jalan utama penghubung antar desa menuju Simpang Sei Bejangkar yang penuh lubang besar dan genangan air. Warga yang melintas harus ekstra hati-hati, karena selain licin, kerusakan jalan sudah sering menimbulkan kecelakaan.
"Apa harus menunggu korban jiwa baru diperbaiki jalan ini,?" ujar salah seorang warga dengan nada tinggi dalam video yang beredar di Facebook.Baca Juga:
Menurut keterangan warga, jalan tersebut sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan berarti. Meski sudah berulang kali banyak memakan korban dilokasi tersebut , namun tak ada tindakan nyata dari Pemkab Batu Bara.
Warga menyebut pemerintah seolah tutup mata terhadap penderitaan masyarakat yang setiap hari melewati jalur itu.Aksi penanaman pohon pisang itu dilakukan secara spontan oleh sejumlah pemuda dan masyarakat sekitar. Mereka menyindir kondisi jalan yang rusak seolah lebih cocok dijadikan kebun pisang daripada jalur transportasi umum.Beberapa pengendara motor yang melintas turut berhenti dan mengeluhkan kondisi jalan yang sering menyebabkan mereka jatuh."Sudah banyak korban, Pak. Kami bukan minta jalan baru, cukup diperbaiki saja. Ini jalan utama warga dari desa ke pasar, ke sekolah, ke rumah sakit," ujar warga yang enggan disebut namanya kepada wartawan.
Warga berharap Bupati Batu Bara dan Gubernur Sumatera Utara segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Mereka menilai pemerintah terlalu lamban merespons infrastruktur rusak yang justru menjadi urat nadi kehidupan warga desa.Sementara hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Batu Bara terkait keluhan warga tersebut.
Namun masyarakat menegaskan bahwa aksi tanam pohon pisang ini hanyalah permulaan, dan mereka siap melakukan aksi lanjutan jika perbaikan jalan tak segera dilakukan.*
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas me
KESEHATAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin humanis dan profesional kep
PERISTIWA
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam keg
EKONOMI
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meraih delapan penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awar
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Adardam Achyar mempertanyakan pemidanaan terhadap surat yang dibuat advokat dalam menjal
POLITIK
MANDAILING NATAL Foto mobil dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digunakan untuk mengangkut
PERISTIWA