BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Kualitas Air Aqua, Perusahaan Tegaskan Tidak Gunakan Sumur Bor Biasa

- Senin, 27 Oktober 2025 21:26 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tinjau Kualitas Air Aqua, Perusahaan Tegaskan Tidak Gunakan Sumur Bor Biasa
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam pertemuan dengan perwakilan Aqua Danone untuk meninjau kualitas AMDK yang diproduksi di Gedung Pakuan, Bandung, Senin (27/10/2025). (foto: tangkapan layar yt KDM Vhannel)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menggelar pertemuan dengan perwakilan Aqua Danone untuk meninjau kualitas air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi perusahaan tersebut.

Pertemuan berlangsung di Gedung Pakuan, Bandung, Senin (27/10/2025), dan videonya diunggah ke akun media sosial resmi Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menanyakan kualitas air dari berbagai sumber yang digunakan Aqua, mulai dari air mata air, air kedalaman 30 meter, hingga 100 meter.

Baca Juga:

Pihak Aqua menjelaskan bahwa kualitas air sama asalkan memenuhi standar kesehatan pemerintah, namun air dari kedalaman 30 dan 100 meter lebih aman dari risiko kontaminasi.

"Artinya air yang di bawah tanah yang dibor jauh lebih terjamin higienitasnya dibanding air di permukaan," ujar Dedi Mulyadi.

Ia menekankan bahwa iklan komersial perusahaan sebaiknya memvisualisasikan kondisi air yang benar agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

Selain kualitas, Gubernur juga menanyakan potensi risiko pengeboran di Subang terhadap bencana hidrologis, seperti longsor atau gempa.

Pihak Aqua menyatakan berdasarkan studi Badan Geologi, pengambilan air dari mata air tersebut tidak menimbulkan pergeseran tanah.

Dedi Mulyadi juga menyoroti dampak pengambilan air terhadap masyarakat sekitar dan pertanian.

Aqua menjelaskan telah melakukan kajian neraca air bersama Unpad, mencakup jumlah air hujan yang jatuh, meresap, dan mengalir ke sungai, serta memastikan tidak mengganggu sumber air lain.

Pihak Aqua menegaskan bahwa saat ini persediaan air untuk masyarakat masih surplus.

Sebelumnya, Aqua melalui PT Tirta Investama memberikan klarifikasi terkait isu sumber air dan metode pengambilan.

Perusahaan menegaskan air Aqua berasal dari 19 sumber air pegunungan di seluruh Indonesia yang dipilih melalui 9 kriteria ilmiah dan 5 tahapan evaluasi, melibatkan penelitian minimal 1 tahun oleh ahli geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi.

Air yang digunakan berasal dari akuifer dalam (kedalaman 60–140 meter) dan bukan dari sumur bor biasa atau air permukaan.

Perusahaan juga memastikan sebagian titik sumber air bersifat self-flowing atau mengalir alami, serta telah melalui proses seleksi ilmiah dari tim ahli UGM dan Unpad.

Aqua menegaskan tujuan klarifikasi ini untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait sumber air, pajak, dampak lingkungan, dan kontribusi sosial perusahaan.*


(bi/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Investor Arab Saudi Tertarik Tanam Modal di Proyek Sumber Daya Air RI
Tragedi Laut Karimun: ABK Penangkap Ikan Ditemukan Tewas Setelah Terseret Arus
Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion: Kalau Benar Aqua Gunakan Sumur Bor, Itu Bohongi Publik!
ESDM Klarifikasi Sumber Air AMDK, Semua Sesuai Aturan dan Diawasi
DPR Soroti Aqua: Diduga Gunakan Air Sumur Bor, Bukan Mata Air Pegunungan
Banjir Rendam Jalur Pantura Semarang-Surabaya, Puluhan Kendaraan Mogok di Jalan Kaligawe
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru