BREAKING NEWS
Rabu, 24 Juni 2026

Pimpinan Pesantren Tolak Isu Bully Jadi Motif Santri Bakar Asrama di Aceh Besar: Tidak Masuk Akal!

- Sabtu, 08 November 2025 13:53 WIB
Pimpinan Pesantren Tolak Isu Bully Jadi Motif Santri Bakar Asrama di Aceh Besar: Tidak Masuk Akal!
Asrama putra Pondok Pesantren (Dayah) Babul Maghfirah di Gampong Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, ludes terbakar oleh salah satu santri. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESAR — Pimpinan Pondok Pesantren (Dayah) Babul Maghfirah di Gampong Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Ustaz Masrul Aidi, membantah keterangan polisi yang menyebut bullying sebagai motif utama pembakaran asrama putra oleh salah satu santri.

Masrul menilai kesimpulan kepolisian terlalu dini dan dapat menimbulkan persepsi keliru bahwa lingkungan pesantren identik dengan kekerasan.

"Pernyataan itu sangat mengecewakan bagi kami. Seolah-olah dayah ini tempat legal bagi praktik perundungan," ujar Masrul kepada wartawan, Jumat malam (7/11/2025).

Baca Juga:

Menurut Masrul, santri yang diduga sebagai pelaku merupakan siswa kelas III SMA, tingkat paling senior di pesantren, sehingga kecil kemungkinan menjadi korban perundungan oleh juniornya.

"Biasanya yang dibully itu adik kelas, bukan yang paling senior. Dia bahkan punya saudara di kelas yang sama," ucapnya.

Masrul menyebut, selama tiga tahun menimba ilmu di Babul Maghfirah, santri tersebut dikenal berprestasi, aktif, dan berperilaku baik.

Ia pernah meraih juara kelas dan mewakili pesantren dalam berbagai lomba akademik.

"Anak yang dibully umumnya tertutup dan prestasinya menurun. Sementara dia justru cerdas dan berkembang," katanya.

Ia juga mempertanyakan logika yang menuding ucapan "bodoh" atau "tolol" sebagai pemicu tindakan kriminal sebesar pembakaran pesantren.

"Apakah kata itu seberat itu hingga bisa menggerakkan seseorang untuk melakukan pembakaran? Rasanya tidak masuk akal," ujarnya.

Masrul menduga motif santri tersebut lebih kompleks dan tidak semata karena perundungan.

Ia menyebut pelaku berasal dari keluarga dengan konflik rumah tangga berat, yang berdampak pada kondisi psikologisnya.

"Ibunya pernah bercerita dalam kondisi depresi, bahkan sampai mencoba menenggak kapur barus," ungkap Masrul.

Dari keterangan teman dekat pelaku, diketahui bahwa ia sudah pernah merencanakan pembakaran asrama jauh hari sebelumnya, bahkan sempat mempertimbangkan bangunan mana yang akan dibakar.

Selain itu, pelaku juga dikenal sering bermain gim daring Roblox, yang menurut Masrul, berpotensi mengandung tantangan berbahaya (game challenge).

"Ada kemungkinan pengaruh dari permainan daring itu. Jadi, penyebabnya tidak sesederhana karena dibully," tegasnya.

Masrul menyatakan pesantrennya telah lama menanamkan nilai sopan santun, komunikasi sehat, dan anti-kekerasan kepada para santri.

"Kami mengajarkan saling menghormati dan berkomunikasi dengan sopan. Tidak ada budaya kekerasan di sini," katanya.

Sebagai bagian dari komitmen itu, sejak Juli 2024, pihak pesantren telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Sekolah, yang terdiri dari guru, komite sekolah, siswa, dan orang tua wali.

Masrul berharap kepolisian tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan dapat menyelidiki faktor sosial serta psikologis secara menyeluruh.

"Kesimpulan bahwa bullying jadi penyebab sangat prematur. Kami berharap penyidikan dilakukan lebih hati-hati," pungkasnya.*


(tb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Fakta Terbaru Ledakan Saat Salat Jumat di SMAN 72 Jakarta: Pelaku Dikenal Pendiam, Pernah Jadi Korban Bully
Kasus Bullying di Pesantren Lamongan: Korban Dipukuli Teman Sekamar, Pondok Hanya Beri Sanksi Ringan
Wakil Bupati Deli Serdang Resmikan Gedung Asrama Putri dan Kolam Renang SMP Jabal Rahmah Mulia
Bupati Reski Basyah Harahap Resmikan Pondok Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah, Generasi Qurani Siap Terlahir
Kemenag Bentuk Satgas Khusus, Pesantren Ramah Anak Kini Jadi Prioritas Nasional
Presiden Prabowo Segera Tentukan Dirjen Pesantren, Kemenag Pastikan Proses Lancar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru