Ribuan warga menggelar aksi di kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Lapangan Merdeka Medan, Senin (10/11). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN – Ribuan warga menggelar aksi di kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Massa yang datang dari berbagai daerah, termasuk Nagori Sihaporas, Kabupaten Simalungun, menegaskan ketidakpuasan mereka terhadap perusahaan pulp dan kertas tersebut.
Pj Sekretaris Daerah Sumut, Sulaiman Harahap, mengatakan Pemprov Sumut telah menyiapkan surat pernyataan resmi untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat.
"Pemprov Sumut akan segera menjadwalkan kunjungan ke lokasi Sihaporas," ujar Sulaiman saat menemui massa aksi di Lapangan Merdeka Medan, Senin (10/11).
Menurut Sulaiman, kunjungan tersebut merupakan langkah awal sebelum pertemuan lanjutan antara Gubernur Sumut Bobby Nasution dengan perwakilan massa dari Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis.
"Ini yang bisa kami lakukan sementara. Semoga niat yang tulus ini dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa," ujarnya.
Sekretaris Sekber, Pendeta Robinsar Siregar, mengapresiasi partisipasi masyarakat dan menegaskan perjuangan menutup TPL belum selesai.
"Perjuangan kita masih harus dilanjutkan. Sumut tidak akan kita biarkan rusak dan hancur oleh PT TPL," tegas Robinsar.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumut, Surya, juga menemui massa. Namun, massa menolak dan meminta langsung ditemui Gubernur Bobby Nasution.
Surya menjelaskan Bobby sedang berada di Jakarta dalam rangka Hari Pahlawan dan berjanji akan menjadwalkan pertemuan dengan massa.
Meski begitu, massa menuntut pernyataan sikap resmi soal penutupan TPL pada hari yang sama.
Aksi ini menjadi sorotan publik karena menyoroti konflik lingkungan dan hak masyarakat atas wilayahnya. Penolakan warga terhadap TPL menjadi cermin meningkatnya kesadaran ekologis di Sumut.*