Eks Menag Yaqut Jalani Tes Kesehatan Hari Ini: Kembali Ditahan KPK?
JAKARTA Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjalani tes kesehatan pada Senin (23/3) sore setelah statusnya sebagai tahanan rumah
HUKUM DAN KRIMINAL
DAIRI — Sekitar seribu warga dari berbagai desa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, memadati halaman Markas Polres Dairi pada Rabu malam (12/11/2025).
Massa mengancam akan menginap dan menduduki Mapolres jika 34 rekan mereka yang ditangkap polisi tidak segera dibebaskan.
Penangkapan itu terjadi setelah aksi unjuk rasa menuntut pembebasan Ketua Kelompok Tani Pejuang Tani Bersama Alam (PETABAL), Pangihutan Sijabat, yang ditahan polisi pada pagi hari.Baca Juga:
Salah satu perwakilan massa, Darman Purba, warga Desa Parbuluan 6, mengatakan aksi tersebut merupakan puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat keamanan yang dinilai membiarkan aktivitas PT GT di wilayah mereka.
Pendamping warga, Duat Sihombing dari Yayasan Petrasa, menyebut PT GT diduga telah merambah hutan seluas 600 hingga 700 hektare tanpa izin jelas.
Akibatnya, sumber air di sekitar kawasan itu disebut mengering, dan warga kini hidup dalam ancaman banjir bandang dan longsor.
"Mereka bukan kriminal. Mereka hanya mempertahankan hidupnya dari mafia perambah hutan. Tak ada papan nama perusahaan di sana, tapi hutan sudah habis dibabat," ujar Duat.
Penangkapan Pangihutan Sijabat menjadi pemicu utama kemarahan warga.
Mendengar kabar penahanan itu, ratusan orang spontan mendatangi Polres Dairi untuk menuntut pembebasannya.
Namun aksi tersebut berujung bentrok. Polisi melaporkan 10 personel luka-luka akibat lemparan batu dari massa.
"Sebanyak 33 orang massa diamankan karena melakukan tindakan anarkis. Sebelumnya, Pangihutan Sijabat juga ditangkap karena diduga terlibat pengrusakan dan pembakaran aset PT GT," ujar Kasi Humas Polres Dairi, Ipda Ringkon Manik, mewakili Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan.
Dengan demikian, total warga yang kini diamankan mencapai 34 orang, terdiri atas 29 laki-laki, 4 perempuan, dan 2 di antaranya staf Yayasan Petrasa.
Sementara itu, pihak pendamping hukum dari Petrasa mendesak agar kepolisian bersikap objektif dalam menangani kasus tersebut.
Mereka menilai tindakan aparat terlalu represif, sementara dugaan pelanggaran lingkungan oleh perusahaan tidak ditindaklanjuti secara serius.
"Kami berharap polisi melihat ini secara proporsional. Warga marah karena tidak ada tindakan nyata terhadap kerusakan hutan yang mengancam kehidupan mereka," tegas Duat.
Hingga saat berita ini dirilis, situasi di sekitar Mapolres Dairi masih dijaga ketat aparat keamanan.
Massa menyatakan tidak akan membubarkan diri sebelum 34 orang yang ditangkap dibebaskan.*
(sp/ad)
JAKARTA Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjalani tes kesehatan pada Senin (23/3) sore setelah statusnya sebagai tahanan rumah
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Sebanyak 748 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menerima Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 144
NASIONAL
BATU BARA Memasuki hari ketiga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku masih dipenuhi a
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Al Abror, Kota Padangsidimpuan, berlangsung khidmat dan penuh keber
PEMERINTAHAN
PADANGSIDIMPUAN Menyambut perayaan Idul Fitri 1447 H, Plaza ATC Kota Padangsidimpuan menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dik
NASIONAL
JAKARTA TNI mengonfirmasi bahwa penyidikan terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (AY), mas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian
NASIONAL
JAKARTA Presiden ke5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan resmi Presiden Republik Demokratik Timor Leste Jos
POLITIK
MEDAN Peningkatan volume kendaraan di ruas tol Sumatera Utara (Sumut) terjadi secara signifikan pascaHari Raya Idulfitri 1447 H. Berdas
NASIONAL
MEDAN Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT/Regional Nusantara) melaporkan adanya peningkatan signifikan
NASIONAL