Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI jusuf Kalla turun langsung meninjau lahan proyek PT Hadji Kalla di Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu (5/11/2025) pagi. (foto: TribunTimur/Muslimin Emba)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
"Tiba-tiba datang mau merekayasa segala macam. Mereka itu pembohong, perampok," katanya dengan nada tinggi.
Menurut JK, tindakan GMTD bukan sekadar soal bisnis, melainkan menyangkut martabat masyarakat Bugis-Makassar yang menjunjung tinggi nilai siri' (harga diri).
"Selama 30 tahun kami menjaga tanah ini. Ini soal kehormatan. Dalam Islam, mempertahankan tanah itu jihad," tegasnya.
Sejumlah pekerja di lokasi pun menyatakan kesetiaan membela JK.
"Harga mati membela Puang JK, karena datanya jelas, sertifikatnya lengkap," ujar seorang penjaga lahan.
JK juga mempertanyakan legalitas eksekusilahan yang dilakukan tanpa prosedur resmi.
"Eksekusi harus ada pengukuran resmi. Mana BPN-nya? Mana camatnya? Tidak ada semua," katanya.
Kasus ini mempertemukan dua kekuatan besar, pengusaha nasional dan institusi hukum, dalam pusaran sengketa tanah yang lama tertunda.
Di tengah tensi tinggi, TNI AD berupaya menjaga jarak agar citra netralitasnya tak tercoreng.
Bila hasil investigasi menunjukkan adanya pelanggaran etik oleh perwira aktif, kasus ini bisa menjadi ujian bagi komitmen TNI terhadap prinsip profesionalisme di era sipil.*