Ia bercerita menyembunyikan diri di plafon saat massa menjarah rumahnya, namun plafon tidak kuat menahan beban sehingga ia jatuh dan bersembunyi di kamar mandi.
"Satu jam pertama duduk, sudah berserah diri kepada Allah SWT. Kalaupun hari itu meninggal, saya ikhlas," kata Sahroni.
Nama Ahmad Sahroni kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa pernyataannya terkait polemik tunjanganDPR RI beberapa waktu lalu.
Keputusannya untuk meratakan rumah mewahnya kini menimbulkan pertanyaan soal rencana pribadinya ke depan, serta dampak dari insiden penjarahan yang dialaminya.*