JAKARTA UTARA – Mantan anggota DPR RI Ahmad Sahroni membongkar habis rumah mewahnya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah beberapa bulan terbengkalai pasca penjarahan besar-besaran pada Agustus lalu.
Rumah yang memiliki luas sekitar 400 meter persegi dengan tinggi mencapai 13 meter itu kini tinggal puing-puing.
Pekerjaan pembongkaran menggunakan dua ekskavator besar, melibatkan sejumlah pekerja berpakaian partai warna biru bertuliskan Ahmad Sahroni.
Puing bangunan, berupa kayu, besi, batu, dan pipa paralon, kemudian dipindahkan menggunakan empat truk ke lahan kosong di depan rumah.
Selama proses, pekerja juga menyiram air untuk menahan debu yang berhamburan.
Mandor proyek, Abdullah, menyebut biaya pembongkaran mencapai sekitar Rp250 juta untuk pengerjaan selama dua minggu.
"Kita hanya membongkar saja menggunakan alat berat ekskavator. Kalau selanjutnya mau dibangun kayak gimana enggak tahu," ujarnya.
Keputusan membongkar rumah Sahroni menjadi sorotan publik.
Rumah tersebut sebelumnya menjadi sasaran amukan massa tak dikenal pada 30 Agustus 2025.
Ratusan orang menjarah dan merusak berbagai barang, mulai dari perabotan, kendaraan mewah, hingga uang tunai.
Beberapa barang sempat dikembalikan oleh pelaku.
Sahroni sempat mengungkap pengalaman traumatisnya dalam acara doa bersama di depan rumah pada 2 November 2025.
Ia bercerita menyembunyikan diri di plafon saat massa menjarah rumahnya, namun plafon tidak kuat menahan beban sehingga ia jatuh dan bersembunyi di kamar mandi.
"Satu jam pertama duduk, sudah berserah diri kepada Allah SWT. Kalaupun hari itu meninggal, saya ikhlas," kata Sahroni.
Nama Ahmad Sahroni kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa pernyataannya terkait polemik tunjanganDPR RI beberapa waktu lalu.
Keputusannya untuk meratakan rumah mewahnya kini menimbulkan pertanyaan soal rencana pribadinya ke depan, serta dampak dari insiden penjarahan yang dialaminya.*