BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Banjir Bandang Batang Toru Tapsel: 34 Korban Luka-Luka dari Anak hingga Lansia

Raman Krisna - Rabu, 26 November 2025 09:57 WIB
Banjir Bandang Batang Toru Tapsel: 34 Korban Luka-Luka dari Anak hingga Lansia
Kondisi Banjir ( Foto: Ig/ @Masinton)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN - Banjir bandang yang melanda Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menyebabkan 34 warga mengalami luka-luka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahtah Ramakaya Saragih, mengatakan banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang membuat aliran Sungai Garoga dan Sungai Batuhoring bergabung, sehingga meluap ke permukiman warga.

"Pukul 15.09 WIB, debit air mulai turun dan masyarakat langsung melakukan pencarian keluarga yang belum ditemukan," ujar Tuahtah, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga:

Korban yang mengalami luka-luka berasal dari berbagai usia, dari balita hingga lansia, dengan kondisi luka bervariasi mulai dari robek, memar, lecet, hingga hipotermi.

Berikut daftar 34 korban yang terdampak:

M. Yusuf, 41 tahun, Desa Garoga – luka robek di alis mata kiri dan pipi kiri

Rora, 4 tahun, Desa Huta Godang – luka memar di dada dan telinga

Lenny Hariani, 40 tahun, Desa Garoga – dada nyeri

Alwi, 9 tahun, Desa Garoga – kepala terasa sakit

Hanny, 17 tahun, Desa Garoga – pinggang dan dada terasa sakit

Dedi, 44 tahun, Desa Huta Godang – luka lecet di seluruh tubuh

Zakiyah Harahap, 11 tahun, Desa Garoga – luka robek

Fikri, 13 tahun, Desa Garoga – luka robek di kaki

Seriana, 44 tahun, Desa Aek Ngadol – luka robek di kaki

Fauzi Asiaf, 25 tahun, Desa Aek Ngadol – kedinginan, diare

Dani, 29 tahun, Kelurahan Aer Pining – luka-luka

Meli Pasaribu, 35 tahun, Desa Garoga – luka-luka

Aini Ismi, 13 tahun, Desa Garoga – luka-luka

Nina Santi, 42 tahun, Desa Garoga – luka-luka

Halimatussadiah, 73 tahun, Desa Garoga – luka-luka

Dedi, 34 tahun, Desa Huta Godang – luka lecet di seluruh tubuh

Nelwan Pane, 49 tahun, Desa Napa – luka-luka di seluruh tubuh

Zaskia Indriani, 16 tahun, Desa Garoga – luka-luka di seluruh tubuh

Sega Ayund, 2 tahun, Desa Garoga – luka-luka di seluruh tubuh

Aulia Putri Lubis, 12 tahun, Desa Anggoli – luka-luka di tubuh

Wadah Panjaitan, 69 tahun – luka-luka di seluruh tubuh

Nasiah Manulang, 4 tahun – luka-luka di tubuh

Ahmad Subu Lumbantobing, 55 tahun, Desa Garoga – luka-luka di tubuh

Norbet Novrian, 37 tahun, Desa Huta Godang – luka robek di pipi kiri

Rafael, 12 tahun, Desa Garoga – luka robek di pipi kiri

Zaskia Pasaribu, 15 tahun, Desa Garoga – nyeri di kepala

Janurma, 17 tahun, Desa Garoga – menggigil

Faisal, 26 tahun, Desa Aek Ngadol – luka robek di pinggang kiri

Clarisa, 6 tahun, Desa Huta Godang – luka di kaki kiri

Rafi Rerdian, 14 tahun, Desa Huta Godang – luka lebam

Roslini, 74 tahun, Desa Garoga – luka-luka

Nur Aini Tampubolon, 72 tahun, Desa Garoga – hipotermi dan luka

Siromi, 17 tahun, Desa Huta Godang – luka-luka

Adin Saputera, 19 tahun, Desa Aek Ngadol – luka-luka

BPBD Sumut menyatakan bahwa jumlah korban dapat bertambah seiring proses evakuasi dan pendataan yang masih berlangsung.

Tindakan tanggap darurat telah dilakukan, termasuk evakuasi ke lokasi aman serta pemberian pertolongan medis bagi mereka yang terluka.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama yang tinggal di dekat sungai atau dataran rendah.

Banjir bandang ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem di Sumatera Utara, yang rawan terjadi pada musim hujan.*


(d/um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Update Longsor Sembahe: Proses Evakuasi Korban dan Pembersihan Jalan Medan-Berastagi Masih Berlangsung
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru