Tapanuli Utara Terendam Banjir dan Longsor, Akses Jalan Terputus Total
- Rabu, 26 November 2025 14:14 WIB
Upaya penanganan bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara terus dilakukan secara maksimal oleh Polres Taput bersama TNI, BPBD, PUPR, Dishub, tenaga kesehatan, dan BKO Brimob Polda Sumut. (Foto: Ist/ BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
TAPANULI UTARA — Upaya penanganan bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara terus dilakukan secara maksimal oleh Polres Taput bersama TNI, BPBD, PUPR, Dishub, tenaga kesehatan, dan BKO Brimob Polda Sumut.
Hingga Rabu, 26 November 2025, pukul 10.30 WIB, tercatat 27 titik bencana meliputi banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K., menyampaikan seluruh personel dikerahkan untuk membuka akses, mengevakuasi warga, dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Sebanyak 10 titik banjir tersebar di Kecamatan Purbatua, Pahae Jae, Siatas Barita, dan Tarutung, dengan ketinggian air bervariasi 70 cm hingga 4 meter.
Lebih dari 98 rumah terdampak, dan puluhan hektare lahan pertanian mengalami gagal panen.
Beberapa akses jalan terputus total, khususnya di Desa Siraja Oloan, Desa Hutauruk, dan ruas Aek Siansimun–Siandorandor.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa akibat banjir.
Curah hujan intensitas tinggi juga memicu 16 titik longsor, sebagian besar di Jalinsum Tarutung–Sibolga dan Kecamatan Parmonangan.
Satu warga mengalami luka pada kepala dan dirawat intensif, sementara empat lainnya luka-luka akibat rumah tertimpa longsor di Desa Sitolu Ompu.
Pohon tumbang juga sempat menutupi jalan di Dusun 2 Sialang, Desa Simangumban Julu, menimbulkan kemacetan.
Personel segera mengevakuasi batang pohon sehingga arus kembali normal.
Dalam operasi kemanusiaan ini, total personel yang diterjunkan mencapai 168 orang, terdiri dari 90 personel Polres Taput, 16 BKO Brimob, 20 TNI, 7 PUPR, 15 BPBD, 10 Dishub, dan 10 tenaga medis.