JAKARTA— Tidak hanya jalan tol, sejumlah jalan non-tol di Pulau Sumatera juga mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak sepekan terakhir.
Puluhan titik infrastruktur nasional terdampak, membuat akses transportasi terputus dan distribusi bantuan hanya dapat dilakukan menggunakan alat berat ataupun jalur udara.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan seluruh jalur nasional yang terputus harus segera dipulihkan untuk memastikan konektivitas dan keselamatan masyarakat.
"Kami memastikan seluruh jalur nasional yang terdampak dipulihkan secepat mungkin demi menjaga konektivitas dan keselamatan masyarakat. Tim lapangan telah bergerak sejak jam pertama kejadian," ujar Dody, Sabtu (29/11).
Menurutnya, tim PU masih bekerja dalam kondisi hujan deras yang terus mengguyur wilayah terdampak, sehingga proses penanganan memerlukan waktu dan pengamanan tambahan.
Daftar Kerusakan Jalan Non-Tol di Sumatera 1. Sumatera Utara - Batas Tapanuli Utara–Sipirok: tiga titik longsor di STA 08+200, 08+500, dan 15+800 - Abutment Jembatan Aek Puli Lama di STA 37+400, Ruas Tarutung – Batas Tapsel - Desa Aek Libung, Sayur Matinggi - Ruas Barus–Batas Sibolga - Jalur Tarutung–Sibolga
2. Aceh - Ruas Subulussalam–Batas Sumut, titik STA 11+100 dan STA 12+600 - Keumala–Geumpang, titik STA 30+200 - Bakongan–Subulussalam - Takengon–Nagan Raya - Tapaktuan–Bakongan, titik STA 4+290 dan STA 6+700 - Kota Kutacane–Batas Sumut
3. Sumatera Barat - Padang–Bukittinggi - Padang–Painan - Padang–Pasaman Barat - Bukittinggi–Sumut - Lubuk Selasih–Surian
Kerusakan jalur darat menyebabkan suplai logistik ke wilayah terdampak sangat terhambat.
Sejumlah kecamatan di Aceh, Sumatera Barat, dan Tapanuli terpaksa disuplai melalui helikopter karena akses permukaan tidak dapat dilalui kendaraan.
Selain itu, proses evakuasi korban, baik penyintas maupun korban jiwa, banyak dilakukan menggunakan perahu karet dan alat berat untuk membuka jalur yang tertimbun material longsor.
Pemerintah pusat menyebut pemulihan jalur nasional menjadi prioritas untuk memulihkan rantai bantuan dan mobilitas masyarakat.*