BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

BMKG Turun Langsung ke Medan, Operasi Modifikasi Cuaca Digeber untuk Redam Hujan Ekstrem Sumatra

Raman Krisna - Minggu, 30 November 2025 09:17 WIB
BMKG Turun Langsung ke Medan, Operasi Modifikasi Cuaca Digeber untuk Redam Hujan Ekstrem Sumatra
Banjir di Sibolga, Tapteng. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menempatkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai fokus utama untuk menahan intensitas hujan di wilayah Sumatra, termasuk Aceh, yang tengah terdampak banjir bandang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dijadwalkan turun langsung ke pusat komando operasi di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, untuk memimpin supervisi lapangan.

"Fokus utama OMC kali ini adalah mengurangi intensitas hujan di wilayah terdampak bencana. Harapannya OMC dapat dilaksanakan tepat waktu dan tepat sasaran sebagai bagian mitigasi," ujar Faisal, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga:

BMKG memastikan pemantauan cuaca berlangsung 24 jam, dengan pembaruan data disampaikan secara berkala melalui kanal resmi lembaga.

Data cuaca, model prakiraan, dan peringatan dini dikompilasi untuk mendukung penaburan awan secara presisi, sekaligus memperkuat koordinasi penanganan darurat dengan lintas lembaga.

Dalam operasi kemanusiaan ini, BMKG juga menjalin kolaborasi intensif dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk aspek keselamatan penerbangan dan penyebaran informasi risiko cuaca.

Hal ini menjadi rujukan keselamatan bagi relawan dan petugas lapangan.

BMKG menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Lembaga ini menekankan dukungan penuh terhadap arahan Presiden RI, yang menekankan respons cepat, perlindungan kebutuhan dasar warga, dan keselamatan masyarakat.

Sebagai simpul informasi meteorologi, BMKG menegaskan koordinasi lintas lembaga berjalan sejak fase peringatan dini hingga pemulihan.

Sinergi dengan TNI, POLRI, BNPB, Basarnas, relawan, dan sektor usaha menjadi fondasi percepatan pemulihan dan perlindungan publik, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Kolaborasi kolektif antarinstansi sangat penting agar operasi OMC berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran," kata Faisal.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kodam I/BB Bangun Jembatan Darurat dari Kayu Hanyut, Warga Tapanuli Selatan Kembali Bisa Lewat
Tragedi Banjir Sumbar: 6 Jembatan Rusak, Kerugian Capai Rp202 Miliar
Update Bencana Aceh–Sumatera: 303 Korban Tewas, Akses Utama Masih Terputus
Banjir dan Longsor di Sumatera, Kepala BP BUMN: Akibat Pembalakan Hutan!
7 Perusahaan Ini Disebut Jadi Biang Banjir dan Longsor di Sumatera Utara
Warga Aceh Timur Terisolasi akibat Banjir Dua Meter: “Kami Mulai Kelaparan”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru