PIDIE JAYA — Puluhan sekolah Muhammadiyah di Aceh terimbas banjir bandang yang melanda sejumlah kabupaten.
Hal ini disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM, Iskandar Muda Hasibuan, usai meninjau kondisi SD Muhammadiyah Meuredu – Pidie Jaya, Senin (1/12/2025).
Sekolah-sekolah yang terdampak parah tersebar di beberapa wilayah, antara lain:
Aceh Singkil: TK Aisyiyah Bustanul Afthal, SMP Muhammadiyah Singkil, SD Muhammadiyah Gunung Lagan, SMP dan SMK Muhammadiyah Singkil.
Lhoksukon: Kompleks Perguruan Muhammadiyah meliputi TK, SD, SMP, dan SMK Muhammadiyah.
Aceh Tamiang: TK Aisyiyah Bustanul Afthal Rantau, SD Unggul Muhammadiyah Rantau, SMP Muhammadiyah Kuala Simpang, SD Muhammadiyah Lembah Jaya.
Kota Langsa: TK Aisyiyah, SD Muhammadiyah 1 & 2, SMP dan SMA Muhammadiyah Langsa.
Bireuen, Aceh Tengah, Lhokseumawe: Hampir seluruh sekolah Muhammadiyah dan TK Aisyiyah terdampak banjir.
Hasibuan menjelaskan, banjir menghancurkan sarana-prasarana sekolah seperti laboratorium bahasa, laboratorium IPA, laboratorium komputer, perpustakaan, musholla, serta menghilangkan sebagian besar meubiler sekolah, termasuk lemari, meja, dan kursi. Lumpur yang tersisa di sekolah mencapai ketebalan hingga satu meter.
"Yang paling menyedihkan, hampir seluruh guru Muhammadiyah yang sekolahnya terdampak juga kehilangan tempat tinggal dan kini berada di tenda pengungsian atau rumah keluarga. Namun semangat mereka luar biasa, tetap mengawal murid-murid untuk belajar meski di tengah keterbatasan," ujar Hasibuan.
Sebagai upaya pemulihan, sekolah Muhammadiyah yang tidak terdampak membuka diri menjadi rumah belajar bagi siswa terdampak.
Hasibuan menegaskan bahwa semangat ketahanan dan pengabdian guru-guru Muhammadiyah menjadi kunci agar proses belajar tetap berjalan.