Hadiri Milad ke-109 Aisyiyah, Wali Kota Medan Puji Kemandirian Gerakan Perempuan
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memuji kemandirian dan kekuatan Aisyiyah Kota Medan saat menghadiri Milad ke109 sekaligu
POLITIK
JAKARTA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, menyampaikan permintaan maaf usai pernyataannya mengenai kondisi banjir di Sumatra menuai kritik publik.
Ia mengakui bahwa situasi di lapangan jauh lebih parah ketimbang apa yang sebelumnya ia sampaikan dalam konferensi pers.
Permintaan maaf itu disampaikan langsung kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, saat meninjau Desa Egaruga, Batang Toru, pada Senin, 1 Desember 2025.Baca Juga:
Suharyanto mengatakan dirinya tak menyangka skala kerusakan dan dampak bencana begitu besar.
"Surprise begitu ya, Saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Bupati. Bukan berarti kami tidak peduli," ujar Suharyanto saat menemui Bupati Tapanuli Selatan dan warga di lokasi terdampak.
Polemik bermula dari pernyataan Suharyanto pada konferensi pers 28 November 2025.
Kala itu ia menyebut bahwa kondisi banjir di Sumatra "tidak semencekam seperti yang viral di media sosial."
"Mencekam enggak, karena kan berseliweran di media sosial," kata Suharyanto saat itu.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan lantaran kondisi faktual di sejumlah daerah menunjukkan kerusakan masif, ribuan warga mengungsi, serta sejumlah wilayah terisolasi.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI pada Senin, 1 Desember 2025, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii membeberkan angka terbaru korban bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Menurut Basarnas:
- Total warga terdampak: 33.620 jiwa
- Korban selamat: 33.173 jiwa
- Korban meninggal: 447 jiwa
- Masih dalam pencarian: 399 jiwa
Syafii menegaskan bahwa penyebab bencana yang melanda tiga provinsi tersebut serupa, yakni anomali cuaca ekstrem yang memicu banjir besar dan longsor di berbagai titik.
"Tiga wilayah ini mengalami dampak luar biasa akibat bencana hidrometeorologi," ujar Syafii.
Ia merinci evakuasi, pencarian korban, serta upaya identifikasi terus dilakukan di seluruh wilayah terdampak, terutama di daerah-daerah yang masih sulit dijangkau.
Setelah peninjauan lapangan, Suharyanto menegaskan bahwa BNPB akan memperkuat koordinasi dan menyampaikan informasi lebih hati-hati agar tidak menimbulkan persepsi keliru.
"Kami pastikan seluruh sumber daya diturunkan. Fokus kami adalah percepatan penanganan dan penyelamatan warga," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan operasi pencarian dan evakuasi di sejumlah wilayah yang memerlukan penanganan khusus.*
(bb/ad)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memuji kemandirian dan kekuatan Aisyiyah Kota Medan saat menghadiri Milad ke109 sekaligu
POLITIK
DELISERDANG Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan, meninjau pengembangan agribisnis aren di Pesan
POLITIK
DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Partai Amanat Nasional PAN ikut mendorong lebih banyak progra
POLITIK
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah menyatakan belum membahas usulan menjadikan gula pasir sebagai salah satu komponen dalam program bantuan pangan nasio
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menerima putusan pengadilan terhadap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanue
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
MEDAN Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, jauh sebelum Ru
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan me
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) ter
EKONOMI