ACEH BESAR – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menegaskan akan menindak tegas oknum eks anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang nekat merampas bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan tanah longsor.
Pernyataan ini disampaikannya usai rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri dan gubernur di posko terpadu penanganan bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Minggu malam (7/12/2025).
Penegasan Mualem muncul menanggapi video viral di media sosial yang memperlihatkan oknum diduga eks GAM meminta jatah bantuan korban banjir.
Dalam rekaman itu, oknum yang mengaku diperintahkan oleh staf Gubernur Aceh terlihat berdebat dengan personel TNI yang hendak menyalurkan bantuan melalui jalur laut.
Eks GAM tersebut meminta bantuan dibagi untuk kemudian disalurkan ke masyarakat di daerah yang belum tersentuh bantuan.
Mualem menekankan perlunya kesadaran bersama dalam menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.
"Dalam membantu masyarakat jangan ambil kesempatan di air keruh. Kita harus betul-betul membantu masyarakat yang sama sekali belum mendapat bantuan," tegas Mualem.
Ia menambahkan, dari 18 kabupaten/kota terdampak banjir, empat wilayah mengalami kerusakan berat, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tengah.
Menurut Mualem, kerusakan di Aceh Tamiang paling parah, dari gunung hingga laut terdampak.
Pernyataan Gubernur ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah bencana.
Tujuannya adalah memastikan bantuan kemanusiaan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.*