Tim gabungan mengevakuasi korban bencana alam banjir dan longsor di Lumban Sihotang Desa Panggugunan Kec. Pakkat Kab. Humbang Hasundutan, Selasa 2 Desember 2025. (foto: Dok. Pemkab Humbahas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
HUMBAHAS – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melaporkan bahwa masih ada dua kabupaten di Sumatera Utara yang terisolir akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025.
Laporan disampaikan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah kementerian/lembaga terkait penanganan bencana di Banda Aceh.
"Sumatera Utara yang masih terisolir tinggal dua kabupaten. Dari 18 kota yang terdampak, tujuh desa masih terisolir. Ini Humbang Hasundutan, satu kecamatan, dan Tapanuli Utara ada tujuh kecamatan," kata Suharyanto dalam siaran langsung Sekretariat Presiden.
Ia menambahkan bahwa distribusi logistik telah dilakukan melalui jalur udara menyusul akses darat yang belum sepenuhnya pulih.
"Tapanuli Utara ada dua kecamatan, sedangkan Humbang Hasundutan enam kecamatan. Semua sudah didistribusikan logistik lewat udara," ujarnya.
Data Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menunjukkan enam kecamatan terdampak bencana, dengan total 427 unit rumah rusak di 18 desa.
Dua kecamatan yang mengalami kerusakan terberat yakni Pakkat dan Tarabintang.
Di Kecamatan Pakkat, banjir bandang dan longsor menimbulkan kerusakan infrastruktur skala besar. – Akses jalan Pakkat–Barus yang menghubungkan Tapanuli Tengah terputus total akibat material longsor. – Jalinsum Pakkat–Dolok Sanggul juga lumpuh. – Dua jembatan dilaporkan hilang dan satu jembatan amblas. – Aliran listrik dan jaringan komunikasi sempat padam. – Area pertanian seluas 768 hektare rusak diterjang banjir bandang. – Sejumlah rumah warga hanyut dan beberapa korban dilaporkan meninggal serta hilang.
Area sekitar PLTA Pakkat di Dusun Nanggumba, Desa Purba Bersatu, turut mengalami longsor beruntun. Warga diminta mengungsi dan aktivitas proyek PLTA dihentikan sementara.
Di Kecamatan Tarabintang, jalan penghubung menuju Pakkat terputus di Desa Sihombu akibat timbunan lumpur dan batu.
Dua rumah warga mengalami kerusakan dan puluhan orang mengungsi ke Aula HKBP Sihombu. Pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD masih melakukan pendataan lanjutan.
BPBD, TNI-Polri, dan relawan dikerahkan untuk membersihkan material longsor menggunakan alat berat, mengevakuasi warga terdampak, serta mendirikan dapur umum di lokasi aman.