Pembersihan sampah lingkungan di Titi Bobrok Jalan Setia Budi dan TPS Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal. (foto: Rico Tri Putra Bayu Waas/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN — Produksi sampah di Kota Medan melonjak tajam pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah akhir pekan lalu.
Wali Kota Medan, Rico Waas, mengatakan volume sampah harian meningkat drastis hingga mencapai 6.000 ton, jauh di atas kondisi normal yang berkisar 1.500 ton per hari.
"Kalau normal sampah 1.500 ton per hari, ini bisa 5.000 bahkan pernah 6.000 ton," ujar Rico saat ditemui pada Selasa, 9 Desember 2025.
Lonjakan ini disebabkan banyaknya perabotan rumah tangga milik warga yang rusak akibat terendam banjir.
Barang-barang seperti spring bed, kursi, sofa, lemari, dan peralatan rumah lainnya tidak lagi layak digunakan dan dibuang secara massal, sehingga menimbulkan limpahan sampah di sejumlah titik.
"Sampah ini meluap karena banyak kerusakan di rumah-rumah warga. Perabot terendam rusak dan terbuang, itu yang menyebabkan produksi sampah meningkat tajam," katanya.
Rico mengakui kondisi tersebut membuat petugas kebersihan kewalahan. Pemerintah Kota Medan terpaksa menambah jumlah shift dan meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah harian.
"Biasanya trip itu satu sampai dua kali per hari. Kemarin, khusus untuk Helvetia saja bisa 27 trip lebih. Jadi kita perbanyak, kita lakukan intervensi agar bisa segera teratasi," ujarnya.
Selain penanganan sampah, Pemkot Medan juga fokus pada upaya pemulihan pascabanjir.
Rico menuturkan pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait santunan bagi korban jiwa akibat bencana tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Ada laporan korban meninggal terkait penggunaan genset saat banjir. Ini sedang kami komunikasikan untuk penyelesaiannya," kata Rico.*