BREAKING NEWS
Jumat, 03 April 2026

Kemenhut Pastikan Kayu Gelondongan Terdampar di Lampung Asal Mentawai, Bukan Akibat Banjir

Adam - Rabu, 10 Desember 2025 16:21 WIB
Kemenhut Pastikan Kayu Gelondongan Terdampar di Lampung Asal Mentawai, Bukan Akibat Banjir
Ribuan batang kayu yang terdampar di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. (foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LAMPUNG — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan ribuan batang kayu yang terdampar di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, berasal dari Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, bukan akibat banjir seperti spekulasi sebelumnya.

Direktur Iuran dan Penatausahaan Hasil Hutan (IPHH) Ditjen Pengelolaan Hutan Lestari, Ade Mukadi, menjelaskan, kayu-kayu tersebut milik PT Minas Pagai Lumber.

Penetapan ini didasarkan pada pemeriksaan barcode pada kayu yang tercatat dalam Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH).

Baca Juga:

"Jadi betul, bukan dari banjir Sumatra. Saat ini masih dilakukan verifikasi lebih lanjut," ujar Ade Mukadi, Rabu (10/12/2025).

Kayu gelondongan tersebut berasal dari kecelakaan kapal tug boat yang terjadi pada 6 November 2025.

PT Minas Pagai Lumber merupakan pemegang izin resmi hutan produksi berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 550/1995 yang diperpanjang melalui SK 502/Menhut-II/2013.

Label barcode pada kayu berfungsi sebagai penanda SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), untuk memastikan legalitas dan traceability, sekaligus mencegah praktik illegal logging.

Sebelumnya, sebanyak 4.800 kubik kayu berbagai jenis terdampar di Pantai Tanjung Setia, memunculkan spekulasi bahwa kayu tersebut hanyut akibat banjir di Sumatera.

Pemeriksaan Kemenhut memastikan dugaan tersebut tidak benar.

Ade menambahkan, verifikasi lanjutan masih dilakukan untuk memastikan keseluruhan kayu, sekaligus menegaskan bahwa seluruh batang kayu bersumber dari izin sah perusahaan, bukan hasil pengambilan ilegal.*


(cn/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Patungan Beli Hutan Indonesia, DPD: Ekonomi Penting, Ekologi Juga Penting
Ribuan Jamaah Dipanggil, PPITTNI Gelar Zikir Akbar untuk Korban Bencana Sumatera di Padangsidimpuan
PERWASI Tapsel Suarakan Jeritan Korban Bencana Sumatera, Desak Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional
Kapolda Aceh Ceritakan Detik-Detik Menembus Aceh Tamiang: Seperti Tsunami Kedua, 85 Personel Belum Ditemukan
Negara Hadir untuk Korban Banjir, Sertifikat Tanah Bisa Diurus Ulang Gratis
Banjir dan Longsor di Sumut, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang Dua Minggu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru