BREAKING NEWS
Jumat, 03 April 2026

Kemenhut Ungkap 15 Jenis Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir Bandang Garoga

Adam - Rabu, 10 Desember 2025 16:29 WIB
Kemenhut Ungkap 15 Jenis Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir Bandang Garoga
Jenis kayu yang ditemukan di Hulu DAS Aek Garoga, Kec. Batangtoru, Kab. Tapsel, dirilis melalui press release oleh Dittipidter Bareskrim Polri dan perwakilan Kementerian Kehutanan pada Rabu (10/12/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap jenis kayu gelondongan yang hanyut terbawa banjir bandang di Garoga, Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel).

Berdasarkan pengambilan sampel di lapangan, sebanyak 43 sampel kayu telah dianalisis oleh tim Kemenhut.

Ahli Muda Kemenhut, Yandi Irawan Sutisna, menjelaskan, dari total sampel tersebut, 15 jenis pohon berhasil diidentifikasi, sementara 7 jenis lainnya masih dalam pemeriksaan laboratorium untuk memastikan asal-usulnya.

Baca Juga:

Di Jembatan Garoga 1, pihak Kemenhut mengambil 18 sampel kayu yang terdiri dari 10 jenis pohon, kebanyakan berupa karet, meranti, dan durian.

Yandi menekankan bahwa sebagian besar jenis pohon ini bukan tumbuhan hutan alami.

Sementara itu, di Jembatan Garoga 2, ditemukan 7 sampel kayu dengan 6 jenis pohon, termasuk nyato, bayur, karet, puspa, dan durian.

Setiap sampel diperiksa apakah kayu tersebut merupakan bekas tebangan, hasil longsor, atau tumbang alami.

"Misalnya sampel nomor 1 di Garoga kayunya bekas tebangan karena terlihat dipotong sinso. Ada juga pohon penuh dengan akar," ujar Yandi, Rabu (10/12/2025).


Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi Daerah Aliran Sungai (DAS), Kristi Damanik, menambahkan, banjir bandang membawa kayu gelondongan dengan cepat karena jarak sungai dari hulu ke hilir relatif pendek, sekitar 58 kilometer.

Kondisi ini diperparah oleh kayu yang tersumbat di Jembatan Garoga 2, sehingga arus air membawa material banjir dengan kuat dan cepat menyapu rumah warga.

Kristi juga menekankan, empat bukaan hutan milik PT Tri Bahtera Srikandi (TBS) yang ditemukan Bareskrim Polri berada di luar DAS Garoga dan tidak berpengaruh terhadap longsor dan banjir bandang.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kombinasi curah hujan tinggi, material kayu berlimpah, dan sistem aliran sungai yang pendek dapat memicu dampak banjir bandang yang sangat merusak bagi masyarakat lokal.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemenhut Pastikan Kayu Gelondongan Terdampar di Lampung Asal Mentawai, Bukan Akibat Banjir
Ribuan Jamaah Dipanggil, PPITTNI Gelar Zikir Akbar untuk Korban Bencana Sumatera di Padangsidimpuan
PERWASI Tapsel Suarakan Jeritan Korban Bencana Sumatera, Desak Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional
Kapolda Aceh Ceritakan Detik-Detik Menembus Aceh Tamiang: Seperti Tsunami Kedua, 85 Personel Belum Ditemukan
Negara Hadir untuk Korban Banjir, Sertifikat Tanah Bisa Diurus Ulang Gratis
Banjir dan Longsor di Sumut, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang Dua Minggu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru