JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera kembali bertambah.
Hingga Senin, 15 Desember 2025, total korban tewas mencapai 1.030 orang, naik 14 orang dibandingkan data sehari sebelumnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan penambahan korban paling banyak terjadi di Provinsi Aceh.
"Korban jiwa meninggal dunia bertambah 14 orang. Dari sebelumnya 1.016, kini menjadi 1.030 jiwa," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
BNPB mencatat, penambahan korban terdiri atas 7 orang di Aceh, 6 orang di Sumatera Utara, dan 1 orang di Sumatera Barat.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian korban di 13 kabupaten, masing-masing di tiga kabupaten Sumatera Utara, empat kabupaten Sumatera Barat, dan enam kabupaten di Aceh.
Selain korban meninggal, jumlah warga yang dilaporkan hilang mencapai 206 orang.
Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat mengalami penurunan, dari sebelumnya 624.670 jiwa menjadi 608.940 jiwa.
"Pengungsi terbesar masih berada di Aceh, dengan jumlah mencapai 572.862 orang," ujar Abdul Muhari.
BNPB juga melaporkan dampak kerusakan infrastruktur akibat bencana cukup luas.
Total rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai 186.488 unit, dengan 52 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor di wilayah Sumatera.
Pemerintah bersama aparat TNI-Polri, relawan, dan organisasi kemanusiaan masih terus mengintensifkan proses pencarian korban, penyaluran bantuan, serta pemulihan layanan dasar di daerah terdampak bencana.*