BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Waspada! 127 Gunung Api Aktif Terpantau di Indonesia, Tiga Berstatus Siaga

Abyadi Siregar - Sabtu, 20 Desember 2025 10:28 WIB
Waspada! 127 Gunung Api Aktif Terpantau di Indonesia, Tiga Berstatus Siaga
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indonesia tercatat memiliki 127 gunung api aktif dari total 500 gunung api yang tersebar di seluruh nusantara.

Data ini disampaikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya.

"Sejumlah gunung api bahkan masuk kategori paling aktif karena kerap mengalami erupsi atau peningkatan aktivitas vulkanik sehingga memerlukan pemantauan ketat sepanjang 2025," kata Hadi.

Baca Juga:

Dari 127 gunung api aktif, tiga gunung masuk status Level III atau siaga, yaitu Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.

Sementara sisanya berada pada Level II atau status waspada.

PVMBG mengoperasikan 74 pos pengamatan gunung api dan memantau secara real time 69 gunung api aktif.

Menjelang akhir tahun, pemantauan diperketat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan puncak musim hujan yang berlangsung hingga akhir Januari 2026.

Gunung Merapi, Semeru, Anak Krakatau, Kelud, dan Sinabung dikenal memiliki sejarah erupsi panjang dengan karakteristik berbeda, mulai dari lontaran abu, awan panas guguran, hingga aliran lahar.

Pada 7 Desember 2025, Gunung Semeru tercatat mengalami empat kali erupsi dengan kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak. Statusnya masih berada pada Level III atau siaga.

PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan, termasuk larangan beraktivitas di sektor tenggara Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru, serta pembatasan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah.

Warga juga diingatkan waspada terhadap hujan abu dan potensi aliran lahar saat intensitas hujan tinggi.

Sebagai bagian dari Cincin Api Pasifik, Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana geologi tinggi.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Prioritaskan Hunian untuk Korban Banjir dan Longsor di Tapanuli, 1.006 Rumah Ditargetkan Rampung Awal 2026
Pascabanjir Aceh, Pendidikan Harus Dipulihkan dengan Kebijakan Luar Biasa
Polri dan PLN Gotong Royong Pulihkan Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Aceh
Logika Terbalik Negara dan Hilangnya Akal Sehat dalam Kebijakan Kemanusiaan
Bantuan Rp1 Miliar Malaysia untuk Aceh, Tito Karnavian Jelaskan Maksud Pernyataannya
Warga Terisolasi 3 Minggu, Gerakan Rakyat Tuntut Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru