BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

TNI Paparkan Kronologi Demo Ricuh di Lhokseumawe, Sebut Ada Bendera GAM dan Satu Orang Bawa Pistol

Raman Krisna - Jumat, 26 Desember 2025 21:05 WIB
TNI Paparkan Kronologi Demo Ricuh di Lhokseumawe, Sebut Ada Bendera GAM dan Satu Orang Bawa Pistol
Demonstrasi di Lhokseumawe, Aceh, yang berlangsung sejak Kamis (25/12) hingga Jumat dini hari (26/12) berujung ricuh. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LHOKSEUMAWE Demonstrasi di Lhokseumawe, Aceh, yang berlangsung sejak Kamis (25/12) hingga Jumat dini hari (26/12) berujung ricuh.

Sejumlah massa mengibarkan bendera bersimbol bulan dan bintang, yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sehingga aparat TNI dan Polri turun tangan untuk membubarkan aksi.

Berdasarkan keterangan resmi Pusat Penerangan TNI, kericuhan bermula saat massa menggelar konvoi dan unjuk rasa di sejumlah titik kota, di tengah upaya pemulihan Aceh pascabanjir.

Baca Juga:

"Sebagian mengibarkan bendera bulan bintang yang identik dengan simbol GAM, disertai teriakan yang berpotensi memancing reaksi publik serta mengganggu ketertiban umum," tulis Puspen TNI melalui akun X @Puspen_TNI, Jumat (26/12).

Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran segera berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe, Korem 011/LW, dan Kodim 0103/Aceh Utara untuk menenangkan situasi.

Aparat meminta bendera diserahkan dan demo dihentikan. Massa yang tidak menuruti imbauan menyebabkan aparat melakukan pembubaran secara terukur.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang terbukti membawa pistol jenis Colt M1911 beserta munisi dan senjata tajam, yang kemudian diserahkan ke pihak kepolisian.

Selain itu, terjadi adu mulut dan pukulan terhadap Komandan Kodim dan Kapolres setempat.

TNI menegaskan, pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku, termasuk Pasal 106 dan 107 KUHP, Pasal 24 huruf a UU Nomor 24 Tahun 2009, dan PP Nomor 77 Tahun 2007, karena simbol tersebut dikaitkan dengan gerakan separatis.

Seiring beredarnya video kericuhan di media sosial, TNI menyayangkan narasi yang memojokkan institusi.

Puspen TNI menekankan bahwa video tersebut "tidak sesuai fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik."

"TNI tetap mengutamakan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis untuk meredam potensi konflik, agar masyarakat Aceh fokus pada pemulihan kehidupan pascabanjir," tulis Puspen TNI.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemendikdasmen Relokasi Sekolah Terdampak Banjir Sumatra, Kelas Darurat Siap Digunakan Januari 2026
Baru Jabat Plt Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Turun Langsung Serap Aspirasi Korban Banjir dan Longsor
BMH Aceh Resmi Berganti Kepemimpinan, Teuku Ilyas Nahkodai Perwakilan
Tolak Dipoligami dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Mantap Cerai dari Insanul Fahmi
Airlangga Hartarto Ungkap Program Stimulus Pemerintah untuk Jaga Daya Beli dan Pulihkan Ekonomi Saat Libur Nataru
Masjid Raya Baiturrahman Dipenuhi Ribuan Warga, UAS Sebut Bencana Tak Hanya Takdir Tapi Ulah Manusia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru