BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Dedi Mulyadi Siapkan Rp10 Juta per KK, Pengungsi Longsor Burangrang Diminta Sewa Rumah

Adam - Sabtu, 24 Januari 2026 19:53 WIB
Dedi Mulyadi Siapkan Rp10 Juta per KK, Pengungsi Longsor Burangrang Diminta Sewa Rumah
Bencana tanah longsor menerjang permukiman di Kampung Pasir Kuning dan sekitarnya, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). (foto: Antara/ABDAN SYAKURA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDUNG BARAT — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan bantuan sebesar Rp10 juta bagi setiap kepala keluarga (KK) yang mengungsi akibat bencana tanah longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi biaya kontrak tempat tinggal sementara sekaligus memenuhi kebutuhan hidup para penyintas selama dua bulan ke depan.

"Nanti sepuluh jutaan per kepala keluarga untuk ngontrak dulu di mana terserah," kata Dedi saat meninjau lokasi bencana di Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026.

Baca Juga:

Dedi menyebut para pengungsi berpotensi mengalami tekanan psikologis jika terlalu lama berada di posko pengungsian.

"Kalau di sini tambah stres jadi penyakit," ujarnya.

Dalam kunjungan itu, ia menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman untuk segera menyiapkan alokasi anggaran bantuan tersebut.

Menurut Dedi, bantuan ini diharapkan dapat menjamin kebutuhan dasar warga terdampak sehingga pemerintah dapat lebih fokus pada proses pencarian korban yang masih tertimbun material longsor serta pemulihan pascabencana.

"Per kepala keluarga Rp10 juta untuk cari kontrakan dan bekal hidup selama dua bulan dulu, sehingga kita akan fokus recovery bencananya," kata dia.

Bencana longsor menerjang Desa Pasirlangu, Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat hujan deras diduga menjadi pemicu longsoran yang menimbun permukiman warga.

BPBD Jawa Barat melaporkan sedikitnya 30 unit rumah terdampak, satu di antaranya rusak berat. Hingga Sabtu sore, jumlah korban meninggal dunia mencapai 10 orang.

Delapan korban berasal dari Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, sementara dua korban lainnya berasal dari Kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.


Selain korban meninggal, sebanyak 82 warga dilaporkan masih hilang dan dalam pencarian.

Aparat gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian di tengah kondisi cuaca ekstrem dan medan yang sulit.

Polda Jawa Barat mencatat sebanyak 10 kantong jenazah berada di pos Disaster Victim Identification (DVI).

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Hendra Rochmawan, mengatakan enam jenazah telah berhasil diidentifikasi.

"Enam sudah teridentifikasi, satu berupa bagian tubuh, dan tiga lainnya masih dalam proses identifikasi," ujarnya.


Menurut Hendra, tim DVI masih melakukan identifikasi terhadap bagian tubuh korban menggunakan metode ante-mortem dan post-mortem.

Beberapa bagian tubuh, seperti tangan, telah dapat dikenali melalui pembanding sidik jari.

Sementara itu, sekitar 400 warga telah dievakuasi ke sejumlah lokasi pengungsian, salah satunya di Kantor Desa Pasirlangu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pos utama dan pos lapangan untuk penanganan darurat.

"Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, termasuk pos lapangan di bawah dan posko Basarnas," kata Bambang.

Ia menambahkan para pengungsi masih sangat membutuhkan bantuan logistik dasar seperti matras, selimut, dan bahan kebutuhan pokok.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mulai menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan penyintas terpenuhi selama masa tanggap darurat.*


(kp/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
SD Hutanabolon 2 Tapteng Masih Belajar di Tenda Darurat, Tito Karnavian Janji Percepat Pemulihan
Gubernur Jabar Ungkap Alih Fungsi Lahan Penyebab Longsor di Cisarua, Warga Direlokasi
Aceh Tamiang 58 Hari Pascabanjir Masih Bergelimang Lumpur, FPRB Dorong Pemerintah Gunakan Dana Desa untuk Padat Karya
Banjir Bandang Guci Tegal: Kolam Air Panas Rata dengan Tanah, Jembatan Ambruk
Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Longsor, 82 Warga Masih Hilang
Ikuti Arahan Megawati, Kader PDI Perjuangan Tanam Pohon dan Salurkan Bantuan di Tapanuli Tengah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru