Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau lokasi longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (24/1/2026). (foto: Metrotvnews/Roni Kurniawan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Dedi, yang akrab disapa KDM, menilai keberadaan kebun sayur di perbukitan kawasan itu meningkatkan risiko longsor sehingga masyarakat sebaiknya direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
"Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi," kata Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi bencana.
Untuk menanggulangi dampak bagi warga yang selamat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan sementara berupa kontrak rumah selama dua bulan, dengan subsidi Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari.
Sementara keluarga korban meninggal menerima santunan Rp25 juta per kepala keluarga.
Berdasarkan catatan BPBDJawa Barat, bencana longsor yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu menewaskan 10 orang, 82 orang masih hilang, dan sekitar 30 rumah terdampak, termasuk satu rumah rusak berat.
Korban tewas berasal dari Desa Pasirlangu dan Desa Sukajaya. Sekitar 400 warga dievakuasi ke lokasi aman oleh tim gabungan BPBD, TNI, Basarnas, dan relawan.
Dedi Mulyadi menegaskan, selain relokasi warga, fokus pemerintah juga saat ini pada pencarian korban yang masih tertimbun serta pemulihan lingkungan di lokasi longsor.
"Prioritas kita sekarang menyelamatkan warga yang hilang dan merestorasi lingkungan agar aman bagi masyarakat," ujarnya.
Langkah relokasi dan penanaman hutan diharapkan dapat mencegah bencana serupa di masa mendatang, sekaligus menjaga keselamatan warga yang tinggal di kawasan rawan longsor.*
(vo/ad)
Editor
: Abyadi Siregar
Gubernur Jabar Usulkan Lokasi Longsor Cisarua Jadi Hutan, Korban Dapat Santunan dan Relokasi Sementara