Pergerakan tanah terjadi secara bertahap dan terus berkembang dari tahun ke tahun.
"Data terbaru Dinas ESDM Aceh menunjukkan luasan longsoran telah mencapai sekitar 27 ribu meter persegi dan terus bergerak mendekati jalan lintas," kata Andalika.
Hasil kajian geologi menyebutkan longsoran berada pada lapisan tanah permukaan dengan kondisi jenuh air dan didominasi material vulkanik yang mudah menghantarkan air.
Kondisi tersebut menyebabkan pergerakan tanah bersifat aktif dan berkelanjutan.
Menurut Andalika, kawasan Kampung Bah dikategorikan sebagai zona rawan tinggi pergerakan tanah dan memerlukan penanganan struktural serta nonstruktural secara segera dan berkelanjutan.
Ia menegaskan longsoran tersebut bukan sinkhole klasik, melainkan pergerakan massa tanah yang berlangsung perlahan namun konsisten.
"Sejak 2011, pengukuran pertambahan luasan longsoran sudah dilakukan. Pergerakan tanah di lokasi ini tidak pernah berhenti," ujarnya.*