BREAKING NEWS
Selasa, 17 Februari 2026

Karhutla Pulau Mendol Riau Meluas hingga 500 Hektare Lahan, 100 Personel Turun Tangan

Adam - Selasa, 17 Februari 2026 16:57 WIB
Karhutla Pulau Mendol Riau Meluas hingga 500 Hektare Lahan, 100 Personel Turun Tangan
Manggala Agni Daops Sumatera VII Rengat melakukan pemadaman langsung di Kel. Teluk Dalam dan Mopping Up di Desa Teluk Beringin, Kec. Kuala Kampar (Pulau Mendol). Senin (16/02/26). (foto: Dok. Humas Daops Rengat)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PELALAWANKebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar terjadi di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Berdasarkan data Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 500 hektare, terutama di lahan gambut, hutan, semak belukar, dan kebun kelapa milik masyarakat setempat.

Baca Juga:
Kepala Manggala Agni, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan kebakaran ini telah memasuki hari ke-13, dengan kondisi awal yang cukup kritis.

Titik api tersebar di tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Kuala Kampar, yakni Desa Teluk Beringin, Sungai Solok, Sungai Upih, dan Kelurahan Teluk Dalam.

"Api mengarah ke permukiman warga, jadi kami fokus mengejar agar kebakaran tidak berdampak ke rumah-rumah mereka," ujar Ilham, Selasa (17/2/2026).

Untuk menanggulangi karhutla, sekitar 100 personel gabungan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Pelalawan, dan Provinsi Riau diterjunkan ke beberapa titik.

Perangkat kecamatan dan masyarakat juga dilibatkan, meski dengan alat sederhana seperti ember dan mesin robin.

Kendala utama dalam pemadaman adalah terbatasnya sumber air dan angin kencang, yang sempat membuat petugas kewalahan.

Selain itu, asap pekat di lokasi juga mengganggu pernapasan tim pemadam.

Hujan deras pada Senin (16/2/2026) malam menjadi titik terang. Menurut Ilham, api kini perlahan mulai padam, tersisa titik-titik asap kecil yang masih harus dilakukan pendinginan.

"Alhamdulillah, hujan semalaman membantu. Hari ini kami fokus pendinginan bara-bara api di tunggul kayu," jelas Ilham.

Masyarakat dan petugas terus diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi wilayah yang berada di sekitar hutan dan lahan gambut.

Karhutla ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan dini di tengah musim kemarau.*


(id/ad)

Baca Juga:

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemkab Tapteng Tak Perpanjang Status Tanggap Darurat, Tetap Fokus Transisi Pemulihan
Pemkab Karo Bersama Cendekiawan Bahas Strategi Mitigasi Bencana dan Pembangunan Berkelanjutan
Sekda Aceh Minta Percepatan Huntara Jelang Ramadhan, 6.060 Unit Sudah Dibangun
Hutanabolon Tapteng Terancam Banjir Lagi, Menteri PU Janji Sabo Dam Rampung Mei 2026
Israel Setujui Pendaftaran Lahan Tepi Barat sebagai “Properti Negara”, Warga Palestina Terancam Kehilangan Tanah
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Sambut Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR, Bantuan Kemanusiaan Diharapkan Percepat Pemulihan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru