Tiga pesawat tanker milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) terdeteksi bergerak ke arah barat dari koridor Pasifik dan melintasi wilayah udara yang konsisten dengan jalur penerbangan di atas Indonesia. (foto: @Osint613/X)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Tiga pesawattanker milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) terdeteksi bergerak ke arah barat dari koridor Pasifik dan melintasi wilayah udara yang konsisten dengan jalur penerbangan di atas Indonesia.
Pergerakan ini memicu perhatian luas di media sosial, terutama akun X Open Source Intel @Osint613, yang menyebut kemungkinan misi terkoordinasi untuk mendukung pesawat pembom jarak jauh.
Berdasarkan pantauan pelacakan penerbangan terbuka, tiga tanker tersebut diduga menjalankan misi "drag" untuk mendukung hingga empat unit pembom strategis B-52 Stratofortress.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari militerAmerika Serikat mengenai keterlibatan pembom tersebut.
Pengamat penerbangan Gerry Soejatman menegaskan bahwa perlintasan pesawatmiliter asing di wilayah Indonesia bukanlah hal baru.
Indonesia memberikan hak lintas damai atau Right of Innocent Passage (ROIP) melalui tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I, II, dan III).
"Perlintasan seperti ini sudah rutin terjadi. Pesawat dan kapal yang melintas wajib menyalakan transponder dan tidak menggunakan radar kendali tembak," jelas Gerry.
Gerry menambahkan, aktivitas ini tidak hanya dilakukan oleh Amerika Serikat dan Australia, tetapi juga oleh negara lain, termasuk China.
Dengan demikian, pergerakan ketiga pesawattanker tetap berada dalam koridor hukum internasional dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
Inventaris Pengebom Jarak Jauh AS: B-52 Stratofortress: 76 unit aktif B-1B Lancer: 45 unit aktif B-2 Spirit: 20 unit aktif B-21 Raider: Masih tahap uji coba
Total pesawat pengebom strategis AS yang aktif mencapai sekitar 141 unit, belum termasuk B-21 yang masih dalam tahap pengembangan.
Sejauh ini, pemerintah Indonesia maupun militer AS belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tujuan spesifik misi tiga pesawattanker tersebut.
Namun, para pengamat menilai perlintasan ini merupakan praktik rutin dalam dinamika lalu lintas udara internasional.*