Audiensi Panitia Nasional Nyepi, Polda Bali Tegaskan Pengamanan Puncak Dharmasanti
DENPASAR Polda Bali menerima audiensi dari Panitia Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Rabu (11/3/2026). Audiensi me
NASIONAL
BATU BARA — Di Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi dan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, air bersih dari PDAM Tirta Tanjung Tiram tampaknya memiliki jadwal kerja sendiri.
Ia tidak datang pagi atau siang seperti kebutuhan manusia pada umumnya, melainkan baru muncul sekitar pukul 22.00 WIB.
Akibatnya, warga harus menyesuaikan pola hidup.Baca Juga:
Jika biasanya malam adalah waktu beristirahat, bagi sebagian warga Labuhan Ruku malam justru menjadi waktu berjaga—menunggu air mengalir.
Jika tertidur, berarti siap-siap tidak mendapat air.
"Airnya baru hidup malam. Kalau tidak ditunggu, ya tidak dapat air. Padahal ini kebutuhan utama," kata seorang warga.
Pemandangan warga menunggu air hingga larut malam kini menjadi rutinitas yang dianggap biasa. Dalam situasi tertentu, warga bahkan merasa seperti menjalankan sistem shift malam—bedanya, mereka tidak digaji, hanya berharap dapat air.
Ironinya, pemerintah daerah sebelumnya disebut telah menggelontorkan anggaran hingga miliaran rupiah untuk pembangunan jaringan pipa air bersih. Angka yang cukup besar untuk ukuran sebuah proyek pelayanan dasar.
Namun di lapangan, hasilnya masih sulit dibedakan antara proyek bernilai miliaran dengan instalasi pipa seadanya. Air tetap datang larut malam, dan warga tetap harus berjaga.
Situasi ini membuat warga mulai mempertanyakan satu hal sederhana: jika anggarannya miliaran rupiah, mengapa hasilnya masih seperti ini?
"Kalau anggaran sudah miliaran tapi air tetap tidak lancar, masyarakat pasti bertanya. Jangan-jangan ada yang tidak beres," ujar warga lainnya.
Kecurigaan semacam ini muncul karena hingga kini distribusi air dari PDAM Tirta Tanjung Tiram masih sering tidak stabil.
Sistem jaringan yang dibangun dengan biaya besar itu, bagi warga, belum menunjukkan kinerja yang sebanding dengan nilai proyeknya.
Sebagai perusahaan daerah yang mengelola layanan air bersih, PDAM Tirta Tanjung Tiram semestinya memahami bahwa air bukanlah layanan mewah.
Air adalah kebutuhan dasar masyarakat.
Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya: warga harus menunggu air seperti menunggu tamu yang tidak pasti datang.
Masyarakat kini berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara tidak hanya puas dengan laporan proyek selesai dan anggaran terserap.
Yang lebih penting adalah memastikan air benar-benar sampai ke rumah warga—bukan hanya sampai di dokumen laporan proyek.
Sebab bagi warga Labuhan Ruku, air bersih bukan soal proyek, bukan pula soal angka miliaran.
Ini soal kebutuhan paling dasar: air yang seharusnya mengalir kapan saja, tanpa harus menunggu tengah malam.*
(ad)
DENPASAR Polda Bali menerima audiensi dari Panitia Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Rabu (11/3/2026). Audiensi me
NASIONAL
JAKARTA DPR RI Akan Bawa RUU PPRT dan Hak Cipta ke Paripurna Besok, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan Rancangan UndangU
POLITIK
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat di wilayah pesisir Indonesia waspada terhadap pot
NASIONAL
REJANG LEBONG Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti dugaan praktik ijon proyek yang melibatkan Bupati Rejang Lebong, Muha
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Empat Tahun Buron, Terpidana Kasus Cabul Akhirnya Ditangkap Kejati Aceh. Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Aceh ber
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, terkait kasus dugaan korup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agus Sugiarto, memaparkan tujuh masalah mendasar yang masih di
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah memastikan tidak memberikan diskon tarif tol pada puncak arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meng
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan pihak PT Statika Mitra Sarana (SMS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan s
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan rencananya untuk melaksanakan Salat Idulfitri 2026 di luar Kota Medan. Loka
NASIONAL