Seorang remaja bernama Bagus Prayoga Syahputra, 13 tahun, ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Belawan, tepatnya di Bendungan PDAM Sunggal, Jalan Tanjung Balai, Sunggal Kanan, Deli Serdang, pada Sabtu (14/3/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sosial Media
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Sebelumnya, Bagus datang ke lokasi tersebut bersama beberapa temannya untuk bermain air di sungai yang memang terkenal dengan bahaya arusnya yang sering merenggut korban.
Menurut keterangan salah seorang teman korban, A, saat kejadian, Bagus melompat dari pinggiran bendungan menuju sungai.
Setelah melompat, Bagus sempat berusaha berenang menuju tepi sungai. Namun, diduga kelelahan, Bagus tidak mampu melanjutkan perjuangannya dan akhirnya tenggelam.
"Dia lompat, terus berenang ke pinggir. Belum sampai di pinggir, tiba-tiba dia tenggelam," kata A, yang saat itu juga berada di lokasi bersama korban.
Setelah menyadari bahwa Bagus hilang tenggelam, A bersama teman-temannya segera memberitahu warga sekitar untuk melakukan pencarian.
Warga setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada tim SAR. Proses pencarian dilakukan dengan harapan bahwa Bagus dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Harapan Keluarga yang Tak Terwujud
Beberapa jam setelah pencarian dimulai, tepat menjelang magrib, jasad Bagus berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi ia melompat.
Keluarga korban yang terlihat sangat cemas dan menangis saat pencarian berlangsung, akhirnya harus menerima kenyataan pahit.
Ibu Bagus sempat menangis sambil berteriak, "Oalah nak, sudah mamak beli baju Lebaran mu," saat jasad anaknya ditemukan.
Menurut pengakuan warga setempat, aliran sungai di sekitar Bendungan PDAM Sunggal memang dikenal sering menelan korban jiwa, terutama anak-anak yang mandi di sana.
Alfian, salah satu warga yang sering melarang anak-anak untuk mandi di sungai, mengungkapkan bahwa hampir setiap tahun ada korban tenggelam di lokasi tersebut.
"Setiap tahun ada aja anak yang hanyut di situ. Ini sudah empat tahun nggak makan korban, baru ini lah kejadian lagi," ujar Alfian.
Di bawah bendungan tersebut, banyak yang meyakini adanya terowongan bawah air yang menyebabkan korban tenggelam terbawa arus yang kuat hingga masuk ke terowongan dan akhirnya hilang.
Warga pun mengungkapkan bahwa meskipun sudah sering memberikan peringatan, anak-anak tetap datang untuk mandi-mandi di sungai itu.
Peringatan untuk Warga dan Pengunjung
Pihak berwenang menghimbau agar warga dan pengunjung tetap berhati-hati dan tidak beraktivitas di sungai tersebut, mengingat tingginya risiko bahaya yang dapat mengancam keselamatan, terutama bagi anak-anak.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas di kawasan rawan seperti sungai dan bendungan.*