Satgas PRR Genjot Huntap Korban Bencana, Lahan HGU Jadi Solusi Percepatan di Sumatera
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mengakselerasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi kor
NASIONAL
BATU BARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibiayai dari pajak rakyat dan seharusnya mendukung kesehatan serta tumbuh kembang siswa, justru menuai keluhan dari orang tua murid.
Kekecewaan ini muncul di kalangan orang tua siswa SD Negeri 02 Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.
Pasalnya, makanan yang dibagikan pada Selasa (7/4/2026) diduga mengeluarkan aroma tidak sedap dan dinilai tidak layak konsumsi karena sudah basi.Baca Juga:
Keluhan terkait makanan basi ini menjadi sorotan utama. Selain itu, orang tua siswa juga menilai porsi makanan yang disediakan oleh dapur MBG Desa Pahlawan tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah per siswa.Sejumlah orang tua mengaku khawatir terhadap kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka. Program yang seharusnya memberikan manfaat gizi sekaligus membuka lapangan kerja, dinilai belum berjalan sesuai harapan."Program ini seharusnya memenuhi kebutuhan gizi anak. Tapi kalau makanannya tidak layak, justru membahayakan. Gizi tidak terpenuhi, yang ada hanya lapangan kerja saja," ujar salah satu orang tua siswa.Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media mendatangi lokasi sekolah untuk melakukan konfirmasi. Namun, Kepala Sekolah tidak berada di tempat. Tim kemudian mewawancarai salah satu guru perpustakaan bernama Muslim.Muslim membenarkan adanya makanan yang mengeluarkan bau tidak sedap.
"Benar, Bang. MBG hari Selasa kemarin ada sebagian makanan yang beraroma tidak sedap. Menurut saya, sumber baunya berasal dari menu ayam kentaki," ujarnya.
"Sekitar 90 paket kami kembalikan. Sisanya yang tidak berbau saja yang dikonsumsi oleh anak-anak," tambahnya.Sementara itu, salah seorang orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaan mendalam."Kami sebagai orang tua sangat kecewa. Program ini sebenarnya tujuannya baik, tapi kalau kualitas makanannya seperti ini, kami takut anak-anak jadi korban. Harus ada pengawasan yang lebih ketat sebelum dibagikan," tegasnya.Orang tua lainnya juga mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di Desa Pahlawan, khususnya terkait standar kualitas bahan makanan dan proses distribusi.
"Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak kami," pungkasnya.*
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mengakselerasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi kor
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Andi Rahadian sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indones
NASIONAL
DELI SERDANG Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Deli Serdang, Sumatera Utara, rampung
PENDIDIKAN
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memanggil Ketua Pansus Hak Angket Haji DPR 2024, Nusron Wahid, dalam penyidikan kasus dug
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik Andi Rahadian sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kesul
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik sembilan anggota Ombudsman Republik Indonesia periode 20262031 di Istana Kepresidenan, Jak
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pengucapan sumpah jabatan Liliek Prisbawono Adi sebagai hakim konstitusi di Mahkamah Konst
NASIONAL
BANDA ACEH Direktur AlQur&039an Language Center, Zikran Amnar, mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah agar tidak terjebak
AGAMA