"Air sungai sekarang hitam pekat, baunya sangat menyengat. Dulu masih bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, sekarang sudah tidak berani lagi," kata salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah plastik, limbah domestik, hingga material lain terlihat mengendap di sejumlah titik aliran sungai.
Kondisi tersebut menyebabkan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Warga mengaku khawatir pencemaran yang terus berlangsung akan berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang tinggal di sekitar sungai.
Selain itu, kerusakan ekosistem perairan juga dikhawatirkan semakin parah jika tidak segera ditangani.
Menurut warga, sungai tersebut sebelumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci hingga aktivitas rumah tangga lainnya.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, kualitas air terus menurun hingga tidak lagi layak digunakan.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap sumber pencemaran serta mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti mencemari lingkungan.
Warga juga meminta adanya pengawasan rutin agar pencemaran serupa tidak terus berulang dan merusak lingkungan di kawasan tersebut.*