Ribuan Jemaah Umrah Gagal Berangkat, DPR: Praktik Travel Tak Bisa Ditoleransi
JAKARTA Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq mengaku prihatin atas kasus gagalnya keberangkatan 1.260 calon jemaah umrah yang meng
NASIONAL
TAPTENG - Seorang pemuda berinisial BS (20), warga Dusun III, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), ditemukan meninggal dunia usai diduga diserang buaya di Sungai Saga Matua, Kamis (28/5/2026) dini hari.
Jasad korban berhasil dievakuasi personel Polsek Manduamas bersama warga setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (27/5/2026).
Kapolsek Manduamas AKP Maruli Tua Simanjorang mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 01.30 WIB usai proses pencarian intensif yang dilakukan petugas kepolisian dan masyarakat sekitar.Baca Juga:
"Korban ditemukan setelah dilakukan pencarian bersama warga di sekitar aliran Sungai Saga Matua," ujar AKP Maruli, Kamis (28/5/2026).
Peristiwa bermula ketika Kepala Desa Sampang Maruhur melaporkan adanya warga yang belum pulang ke rumah sejak Rabu dini hari. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diketahui berada di area perkebunan PT Nauli Sawit bersama sejumlah rekannya sekitar pukul 01.00 WIB.
Sekitar pukul 02.00 WIB, petugas keamanan perusahaan yang sedang berpatroli memergoki aktivitas mereka di area perkebunan. Saat hendak diperiksa, korban dan rekan-rekannya melarikan diri dengan melompati parit pembatas yang berada di dekat Sungai Saga Matua.
"Salah satu rekan korban mendengar suara benda jatuh ke sungai saat mereka melarikan diri," katanya.
Pencarian terus dilakukan hingga akhirnya seorang warga yang berada di seberang sungai melihat seekor buaya membawa tubuh manusia sekitar pukul 11.00 WIB.
Warga kemudian membunyikan lonceng gereja untuk mengumpulkan masyarakat membantu proses pencarian bersama pihak kepolisian.
Tim pencarian yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Manduamas Ipda Francyus Sinaga sempat menghentikan pencarian karena kondisi gelap dan minim jarak pandang sebelum akhirnya jasad korban ditemukan pada Kamis dini hari.
Setelah dievakuasi ke daratan, petugas bersama dokter Puskesmas Manduamas melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.
"Ditemukan sejumlah luka robek yang konsisten dengan karakteristik serangan hewan buas seperti buaya," ucap AKP Maruli.
Pihak keluarga disebut telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi maupun visum lanjutan.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Tapteng mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar Sungai Saga Matua yang diduga menjadi habitat buaya liar.
Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait penanganan satwa liar di kawasan tersebut.*
(mi/dh)
JAKARTA Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq mengaku prihatin atas kasus gagalnya keberangkatan 1.260 calon jemaah umrah yang meng
NASIONAL
JAKARTA Relawan Pro Jokowi (Projo) menegaskan bahwa rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeliling Indonesia mulai
POLITIK
JAKARTA Netra Bakti Indonesia (NBI) menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program paling mulia dan berpotensi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa perbaikan sistem pendidikan nasional tidak bisa dilakukan secara parsial,
PENDIDIKAN
DELI SERDANG Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kota Medan dan sekitarnya, termasuk Kecamatan Pancur
PERISTIWA
SERDANG BEDAGAI Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) menangkap dua orang terduga pengedar narkotika jenis sabu di
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menyaksikan langsung penyembelihan hewan kurban bantuan kemasyarakatan da
PEMERINTAHAN
MEDAN Aksi kejahatan jalanan di kawasan Marelan, Kota Medan, berakhir tragis setelah seorang pelaku begal tewas usai mengalami kecelakaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA PT Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sebanyak 9 juta tabung secara nasional selama periode libur pa
EKONOMI
JAKARTA Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) buka suara terkait dugaan manipulasi nilai faktur ekspor atau underinvoicing cr
EKONOMI