BREAKING NEWS
Kamis, 28 Mei 2026

MPR Tekankan Komitmen Bersama Jadi Kunci Perbaikan Sistem Pendidikan Nasional

Johan - Kamis, 28 Mei 2026 20:53 WIB
MPR Tekankan Komitmen Bersama Jadi Kunci Perbaikan Sistem Pendidikan Nasional
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Dok. mpr)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa perbaikan sistem pendidikan nasional tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga orang tua siswa.

Lestari menekankan, hasil asesmen akademik peserta didik seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 harus menjadi dasar utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan berbasis data.

"Data rinci hingga tingkat sekolah dan kompetensi individu sudah di tangan. Pertanyaannya sekarang, apakah kita semua, pemerintah pusat, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga orang tua, benar-benar siap mengubah pola pengajaran dan pendampingan?" kata Lestari dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga:

Ia menyebut, lebih dari 8,7 juta murid SD dan SMP di seluruh Indonesia telah mengikuti TKA 2026 dengan tingkat partisipasi mencapai 98,51 persen secara nasional.

Dari hasil asesmen tersebut, terungkap capaian literasi nasional berada di angka rata-rata 60 untuk jenjang SD dan 60,83 untuk SMP. Sementara itu, capaian numerasi tercatat lebih rendah, yakni 43,41 untuk SD dan 40,34 untuk SMP.

Menurut Lestari, data tersebut bukan untuk membandingkan sekolah atau daerah, melainkan menjadi peta kelemahan sistem pendidikan yang harus segera ditindaklanjuti secara tepat sasaran.

"Kalau di suatu daerah numerasinya lemah, sementara literasinya baik, maka intervensinya harus spesifik. Bisa melalui pelatihan guru, metode pembelajaran, atau alat bantu ajar," ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan pendidikan tidak boleh diseragamkan untuk seluruh wilayah jika persoalan di lapangan berbeda-beda.

Lestari juga mendorong pemerintah pusat dan daerah tidak hanya fokus pada proses pemetaan atau asesmen, tetapi juga memastikan adanya program tindak lanjut yang konkret.

"Jangan sampai biaya besar untuk pemetaan, tapi tindak lanjutnya minim," tegasnya.

Selain itu, ia meminta satuan pendidikan dan guru mengubah pendekatan pembelajaran dari sekadar mengejar nilai menjadi penguatan kompetensi dan karakter siswa.

Dari sisi orang tua, Lestari mengimbau agar turut mendukung proses pendidikan yang lebih bermakna di rumah serta tidak hanya berfokus pada peringkat akademik.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Doa Purbaya Jelang Haji: Ekonomi RI Melesat, 3 Tahun Lagi Kaya Bersama
Pemerintah Tegaskan Kebijakan Propekerja 2026, dari Upah Minimum, BHR Ojol hingga BSU dan JKP
Kas Negara Disebut Cuma Rp 120 T, Purbaya: Itu Hoaks, Uang Masih Banyak
KPK Usut Pungli Rp135 M di Kemnaker, Hanif Dhakiri Mangkir Kini Dipanggil Ulang
Pasca Banjir Aceh Timur, Bunda Guru Aceh Marlina Muzakir Semangati Siswa dan Bagikan Bantuan
KPK Usut Aset Eks Sekjen Kemenaker di Kasus RPTKA, Saksi Diperiksa dan Mobil Disita
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru