AHY Pastikan Sekolah Rakyat di Medan Siap Beroperasi Pertengahan Juli 2026
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti pentingnya penguatan implementasi regulasi perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap anak di Indonesia. Langkah itu dinilai penting untuk menekan meningkatnya angka kekerasan anak dalam beberapa bulan terakhir.
Lestari Moerdijat atau yang akrab disapa Rerie mengatakan penanganan kasus kekerasan terhadap anak membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, sekolah, hingga masyarakat.
"Pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada anak membutuhkan komitmen bersama dari semua pihak dan harus ada langkah nyata yang lahir dari komitmen bersama yang kuat," kata Rerie dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).Baca Juga:
Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tercatat sebanyak 426 kasus pelanggaran terhadap anak terjadi sepanjang Januari hingga April 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 kasus masuk dalam klaster perlindungan khusus anak. Kasus itu meliputi kekerasan fisik dan psikis sebanyak 76 kasus, kejahatan seksual 57 kasus, hingga penculikan dan perdagangan anak.
Selain itu, terdapat pula kasus anak menjadi korban pornografi dan kejahatan siber, serta anak yang berhadapan dengan hukum sebagai pelaku.
Rerie menilai perkembangan teknologi digital menjadi salah satu faktor yang harus diwaspadai dalam upaya perlindungan anak. Karena itu, ia meminta kebijakan perlindungan anak di ruang digital segera diimplementasikan secara masif.
Menurut dia, Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Daring 2025–2029 harus menjadi acuan kementerian dan lembaga terkait dalam membangun sistem perlindungan anak yang lebih kuat.
Politikus Partai NasDem itu juga mendorong optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar untuk mendeteksi dini persoalan kesehatan mental anak dan remaja.
Selain peran pemerintah, Rerie menegaskan sistem perlindungan anak juga harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola asuh yang tepat dan pengawasan orang tua.
Ia pun meminta masyarakat lebih responsif dan berani melaporkan apabila menemukan kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.
Menurutnya, kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara menjadi kunci utama menciptakan ekosistem perlindungan anak yang aman dan berpihak pada kepentingan anak.*
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
LANGKAT Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memikul mesin outdoor AC sambil berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer viral d
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) guna memp
EKONOMI
JAKARTA Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi Program Sekolah Rakyat mendapat perhatian da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan sebuah amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah pengamanan di Papua secara terukur menyu
NASIONAL
JAKARTA Praktisi agraria sekaligus mantan pejabat senior Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Bud
NASIONAL
KEPULAUAN SERIBU PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehab
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menerima penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Yayasan Lembaga Bantuan HukumKeadilan Indonesia (YLBH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembang
PENDIDIKAN