Bocor dari Istana! Destry Damayanti Resmi Masuk Bursa Calon Gubernur BI
JAKARTA Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Bank Indonesia, dipastikan masuk sebagai salah satu kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia defi
POLITIK
YOGYAKARTA - Mahasiswa yang terlibat dalam aksi penggerudukan diskusi bertajuk "Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini" di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam, menyampaikan alasan di balik tindakan mereka.
Salah satu mahasiswa, Mesa dari Senat Mahasiswa (Sema) UGM, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya membuka ruang bagi kebebasan berpendapat.
Ia menilai, selama kritik dianggap sebagai gangguan dan suara rakyat masih dibatasi, maka pejabat publik tidak semestinya berbicara tentang nilai-nilai Pancasila.Baca Juga:
"Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, selama mereka masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat, program MBG, Kopdes Merah Putih, dan banyak hal yang sekarang terjadi, perihal kondisi ekonomi," kata Mesa.
Meski aksi tersebut memicu ketegangan di lokasi acara, Mesa menilai gesekan antara mahasiswa dan aparat atau pejabat dalam ruang demokrasi adalah hal yang wajar.
Menurutnya, kritik tidak cukup hanya disampaikan dalam forum resmi, tetapi perlu juga disuarakan langsung kepada para pengambil kebijakan.
"Gesekan-gesekan yang terjadi tadi justru memang hal yang wajar dalam negara demokrasi, yang saat ini justru mereka tidak hanya bisa dibisiki, tapi memang harus diteriaki, mereka memang harus didatangi karena tidak ada cara yang efektif selain cara itu. Bahkan ketika itu dilakukan, tidak ada jaminan bahwa mereka merasa bersalah," ujarnya.
Diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono itu sempat berlangsung tidak kondusif.
Ketegangan meningkat setelah sejumlah mahasiswa naik ke panggung dan menyuarakan kritik secara langsung. Situasi kemudian membuat ketiga pejabat tersebut dievakuasi oleh pihak keamanan.
Namun, menurut keterangan mahasiswa, insiden kejar-kejaran terjadi karena pejabat disebut meninggalkan lokasi saat mahasiswa ingin menyampaikan pertanyaan secara langsung.
"Aksi kejar-kejaran itu sebetulnya karena mereka menghindar. Kami tidak akan mengejar-ngejar mereka seandainya mereka menjawab satu pertanyaan sederhana saya apakah mereka merasa bersalah?," kata Mesa.
Di sisi lain, para pejabat yang hadir membantah anggapan bahwa mereka meninggalkan lokasi karena menghindari dialog.
JAKARTA Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Bank Indonesia, dipastikan masuk sebagai salah satu kandidat Calon Gubernur Bank Indonesia defi
POLITIK
MEDAN, 7 AGUSTUS 2026 PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjuta
EKONOMI
BATU BARA Polemik belum meratanya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumate
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pakar telematika dan politikus Roy Suryo angkat bicara mengenai penundaan sidang praperadilan keempat yang ia ajukan di Pengadilan
HUKUM DAN KRIMINAL
SINGAPURA Head to head Timnas Indonesia vs Singapura memperlihatkan dominasi Garuda dalam 59 pertemuan di semua ajang. Namun, catatan ters
OLAHRAGA
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akhirnya mengenakan rompi pink tahanan Kejaksaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung kembali mengajukan gugatan praperadilan. Kali ini, ia menggugat keabs
HUKUM DAN KRIMINAL
DENDANG Polsek Dendang menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat sebagai upaya mempererat komunikasi sekaligus memperkuat siner
NASIONAL
BATU BARA Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Suka Maju, Kecamatan Tanju
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Tradisi dan Pembaretan 65 Bintara Remaja Satua
NASIONAL