Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DELI SERDANG – Pelantikan kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahap II Kabupaten Deli Serdang berlangsung di tengah ketegangan.
Usai prosesi pelantikan di Gedung Grha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, Kamis (25/6/2026), Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dievakuasi menggunakan kendaraan milik kepolisian menyusul aksi protes warga yang memanas.
Bupati yang akrab disapa dr Aci itu meninggalkan lokasi menggunakan mobil Mitsubishi double kabin hitam bertuliskan Unit Reaksi Cepat (URC) milik Polresta Deli Serdang.
Baca Juga:
Kendaraan tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel Tekab Satreskrim untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Aksi unjuk rasa dilakukan puluhan warga Desa Perguroan, Kecamatan Bangun Purba.
Mereka menyampaikan keberatan terhadap hasil Pilkades yang menetapkan Anton Sembiring sebagai kepala desa terpilih.
Massa menilai proses pemilihan tidak berjalan secara adil dan menuding adanya keterlibatan oknum camat dalam pelaksanaan Pilkades.
Situasi sempat memanas ketika massa berupaya mendekati lokasi pelantikan.
Petugas keamanan membatasi pergerakan peserta aksi sehingga terjadi aksi saling dorong antara warga dan aparat.
Ratusan personel Satpol PP bersama kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi.
Sementara itu, mobil dinas Bupati Deli Serdang tetap berada di area gedung pelantikan, sedangkan Asri Ludin telah lebih dahulu meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan polisi.
Dalam orasinya, massa meminta agar Anton Sembiring tidak dilantik sebelum seluruh persoalan yang mereka anggap bermasalah diselesaikan.
"Bupati Aci di mana kau, jangan jadi pengkhianat. Kami minta keadilan. Jangan dulu dilantik Anton Sembiring itu," teriak salah seorang peserta aksi.
Sejumlah peserta demonstrasi juga membentangkan poster dan menyampaikan berbagai tuntutan melalui pengeras suara.
Bahkan, beberapa kali terdengar makian yang ditujukan kepada Bupati Deli Serdang sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan pelantikan tersebut.
Sebelum mendatangi Gedung Grha Bhineka Perkasa Jaya, massa diketahui lebih dahulu menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD Deli Serdang.
Namun saat tiba di lokasi pelantikan, seluruh rangkaian acara telah selesai dilaksanakan.
Koordinator aksi, Awal Tarigan, mengatakan pihaknya datang untuk mencari keadilan atas dugaan pelanggaran yang menurut mereka terjadi selama proses Pilkades.
"Kami ingin cari keadilan, orang yang benar sudah melanggar aturan Pilkades itu tetap dilantik. Tanggal 1 Juni camat dinonaktifkan, seminggu kemudian bisa dilantik dan dipindahkan menjadi Camat Pantai Labu," ujar Awal.
Ia mengaku kecewa terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang tetap melantik kepala desa terpilih meski masih terdapat polemik di tengah masyarakat.
"Harapan kami kades itu jangan dulu dilantik. Camat itu jangan dipekerjakan dulu sebelum masalah ini selesai," katanya.
Setelah situasi berangsur kondusif, massa akhirnya membubarkan diri.
Aparat keamanan tetap melakukan pengamanan hingga seluruh peserta aksi meninggalkan lokasi dan aktivitas di sekitar Gedung Grha kembali normal.* (mi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.