Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengingatkan masyarakat pesisir Kota Medan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi mulai 30 Juni hingga 3 Juli 2026.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
Ketiga kawasan tersebut diperkirakan mengalami pasang air laut dengan ketinggian maksimal mencapai 2,4 meter.
Baca Juga:
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Nur Auliakhansa, mengatakan banjir rob diperkirakan terjadi selama empat hari dengan puncak pasang mencapai 2,4 meter.
"Banjir rob di wilayah pesisir Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan diperkirakan terjadi pada 30 Juni sampai dengan 3 Juli 2026 dengan pasang tertinggi mencapai 2,4 meter," kata Nur Auliakhansa dalam siaran pers yang diterima, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. Ketinggian air tersebut dihitung dari titik surut terendah.
Nur menjelaskan, fenomena banjir rob dipengaruhi oleh aktivitas pasang air laut yang dipadukan dengan kondisi alam lainnya sehingga berpotensi meningkatkan tinggi muka air di kawasan pesisir.
Karena itu, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah antisipasi apabila terjadi genangan.
"Kami imbau kepada masyarakat terutama yang tinggal di tiga wilayah pesisir tersebut untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi banjir rob ini," ujarnya.
BBMKG juga mengingatkan bahwa banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, transportasi, hingga kegiatan bongkar muat di kawasan pelabuhan.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar pesisir maupun pelabuhan diimbau terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG agar dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat pasang air laut.* (mi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.