BREAKING NEWS
Sabtu, 01 Agustus 2026

Dari Warga hingga PGN, 36 Saksi Diperiksa demi Ungkap Misteri Ledakan Rumah Mewah Medan

Johan - Sabtu, 01 Agustus 2026 17:54 WIB
Dari Warga hingga PGN, 36 Saksi Diperiksa demi Ungkap Misteri Ledakan Rumah Mewah Medan
Suasana Polda Sumut dan PGN melakukan olah TKP lanjutan kasus meledaknya rumah medah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan meledak pada Kamis (23/7/2026). (Foto: KOMPAS/GOKLAS WISELY )
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Polisi telah memeriksa puluhan saksi, termasuk pihak dari Perusahaan Gas Negara (PGN), terkait pengusutan penyebab kebocoran gas metana yang membuat rumah mewah di Kompleks Grand Polpleks Grand Polonia, Kota Medan, meledak.

"Sampai dengan saat ini ada sekurang-kurangnya 36 saksi yang sudah kita ambil keterangan," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Calvijn Simanjuntak, saat diwawancarai di Polsek Sunggal, Sabtu (1/8/2026).

Dia menjelaskan, para saksi itu dibagi dari beragam klaster. Mulai dari klaster di lingkungan perumahan, yakni kepala lingkungan, tukang, dan warga setempat. Kemudian, klaster dari pemilik rumah. Selanjutnya, dari klaster eksternal untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas proses berdirinya rumah tersebut.

Baca Juga:

"Lalu, pihak PGN dan lain-lain, termasuk dari pihak Kepolisian, kita juga ada mintai keterangan," ujar Calvijn.

"Jadi sampai saat ini ada 36 saksi. Ya mungkin bertambah. Mudah-mudahan nanti kita bisa sampaikan minggu depan," katanya lagi.

Di samping itu, Calvijn menyebut sejumlah langkah yang sudah dilakukan setelah insiden rumah mewah meledak. Menurut dia, petugas awalnya memastikan adanya kandungan gas metana di TKP. Lalu, seluruh korban di sekitar lokasi yang berjumlah tujuh orang dievakuasi bersama tim SAR dan TNI. Selanjutnya, pihaknya melakukan investigasi bersama Tim Laboratorium Forensik Polda Sumut dan PGN. Dari situ, petugas menduga penyebab ledakan adalah kebocoran gas metana, bukan hal lain.

"Kami memastikan titik kebocoran. Kami gali di bagian bawahnya lebih kurang tiga sampai empat hari. Di situ yang membutuhkan proses yang agak lama," ungkap Calvijn.

"Kami sangat berhati-hati dengan cara menggali dengan melibatkan ahli konstruksi bangunan dengan tukang yang profesional untuk mengantisipasi supaya tidak ada ambruk lanjutan," katanya lagi.

Calvijn mengatakan, dari operasi itu titik lokasi kebocoran sudah diketahui. Namun, hal itu akan diungkapkannya pada kesempatan lain.

"Mudah-mudahan tidak lama lagi kami akan menyampaikan proses secara utuh. Tidak hanya titiknya, tetapi bagaimana rangkaian awal ini sebelum terjadinya ledakan, sesaat ledakan terjadi, dan setelah ledakan," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, rumah mewah itu meledak pada Rabu, 22 Juli 2026. Akibatnya, ada tiga orang yang dinyatakan tewas dan empat orang selamat. Korban yang meninggal antara lain istri pemilik rumah, baby sitter, dan pembantu rumah tangga. Sedangkan yang selamat yaitu ayah pemilik rumah, anak pemilik rumah, kurir paket Shopee, dan sopir.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
4 Hari Gali Tanah, Polisi Akhirnya Temukan Titik Bocor Gas Penyebab Ledakan Maut di Medan
Kapolda Aceh dan PJU Nobar Hoegeng Awards 2026, Lima Polisi Teladan Terima Penghargaan
Polisi Dalami Kabar Sutrimo Meninggal Mulut Berbusa, Dokter Pemeriksa Bakal Diklarifikasi
Kapolri Mutasi 14 Kapolres, AKBP Adi Dharma Pramudhita Jadi Kapolres Asahan yang Baru
Polda Sumut Rotasi Jabatan, Brigjen Naek Pamen Simanjuntak Resmi Jadi Wakapolda Gantikan Sonny Irawan
Siswa SIP Angkatan 56 Polda Aceh Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan, Salurkan Sembako dan Santunan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru