Bupati Labusel Perkuat Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dan Pencegahan Korupsi
MEDAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra mengikuti penandatanganan komitmen bersama perbaikan tata kelola pemerintahan d
PEMERINTAHAN
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia memasuki fase El Nino kuat yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah hingga 6 Agustus 2026. Dampak musim kemarau tersebut mulai memicu kekeringan di Jawa Tengah serta memicu kemunculan titik panas di sejumlah daerah.
"Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa kondisi kering mulai memberikan dampak nyata, berupa berkurangnya ketersediaan air, meningkatnya jumlah titik panas, serta semakin tingginya risiko kebakaran pada lahan dan vegetasi yang mengering," tulis BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Senin (3/8/2026).
Berdasarkan pemantauan citra satelit per 29 Juli 2026, BMKG mendeteksi 1.729 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan sedang yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Selain itu, terdeteksi pula 117 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang didominasi Papua dan Maluku (85 titik), Kalimantan (25 titik), Sulawesi (4 titik), serta Nusa Tenggara (3 titik).Baca Juga:
BMKG menjelaskan bahwa kondisi kering ekstrem ini dipicu oleh penguatan El Nino. Indeks Nino 3.4 tercatat mencapai +2,26 dengan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -28,2.
"Fenomena tersebut berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan dan menekan curah hujan di berbagai wilayah," tulis BMKG.
Pada Dasarian I Agustus 2026, sebanyak 91,43 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, dan 8,57 persen sisanya berkategori menengah. Meski demikian, hujan lokal masih berpotensi terjadi akibat dinamika gelombang atmosfer (Rossby Ekuatorial, Kelvin, MJO) dan pengaruh Bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik utara Papua Barat. BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat di Aceh, Sumatra Barat, dan Bengkulu pada 31 Juli hingga 3 Agustus.
Atas potensi cuaca ekstrem dan kekeringan tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan nasional, khususnya dalam memitigasi potensi kebakaran hutan.
"Masyarakat dan pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas (hotspot) serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah," tegas BMKG.
BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih, menjaga kecukupan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan, serta aktif memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini resmi.* (mt/dh)
MEDAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra mengikuti penandatanganan komitmen bersama perbaikan tata kelola pemerintahan d
PEMERINTAHAN
MEDAN Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menghadiri rapat koordinasi penguatan tata kelola pemerintahan da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Sejumlah tokoh masyarakat Melayu perantauan berkomitmen memperkuat organisasi Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) di Da
NASIONAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan Gerakan Nasional Sholat Istisqa dan Doa Bersama sebagai ikh
NASIONAL
DELI SERDANG Petugas Imigrasi di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, menolak masuk seorang warga negara Pakistan berinisial S
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melantik tiga pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Pelantika
PEMERINTAHAN
MADINA Longsor terjadi di lokasi tambang emas ilegal di bantaran Sungai Batang Gadis, Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Ma
PERISTIWA
MEDAN Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat telah mengirimkan surat pemanggilan kepada Alexander Halim alias Akuang alias Lim Sia Cheng. Ter
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pendemo diduga melakukan penganiayaan terhadap petugas keamanan atau satpam di Kantor Di
PERISTIWA
MEDAN Persoalan biaya pendidikan membuat sebagian siswa yang telah dinyatakan lulus belum dapat membawa pulang ijazah mereka. Pemerintah
PEMERINTAHAN