BREAKING NEWS
Rabu, 19 Agustus 2026

Ratusan Warga Blokir Jalan di Langkat, Tuntut Jalan Rusak Bertahun-tahun Segera Diaspal

Muhammad Taufik - Selasa, 04 Agustus 2026 18:42 WIB
Ratusan Warga Blokir Jalan di Langkat, Tuntut Jalan Rusak Bertahun-tahun Segera Diaspal
Ratusan warga turun ke jalan dan melakukan aksi blokir akses utama di Dusun Serbaguna, tepatnya di Simpang Sudi Mampir, Selasa (4/8/2026), sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LANGKAT – Kekecewaan warga Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, akhirnya memuncak.

Ratusan warga turun ke jalan dan melakukan aksi blokir akses utama di Dusun Serbaguna, tepatnya di Simpang Sudi Mampir, Selasa (4/8/2026), sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.

Aksi tersebut merupakan bentuk tuntutan masyarakat kepada pemerintah daerah agar segera merealisasikan pengaspalan ruas jalan protokol yang menghubungkan Dusun 10 Paluh Gusta, Dusun 6 Alur Kapal, dan Dusun 9 Paluh Mesjid.

Baca Juga:

Menurut warga, jalan tersebut telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun dan hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai.

Warga menilai kondisi jalan yang hancur telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.

Saat musim kemarau, debu tebal dari kendaraan yang melintas beterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga, mengganggu kenyamanan sekaligus berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

"Sudah banyak warga yang terjatuh karena jalan licin. Setiap hari kami harus menghadapi kondisi seperti ini, sementara perbaikan tak kunjung datang," ungkap salah seorang warga di lokasi aksi.

Masyarakat juga menyoroti meningkatnya aktivitas kendaraan bertonase berat yang melintasi jalan tersebut sejak adanya proyek Strategis Nasional di sektor eksplorasi minyak dan gas (migas).

Truk-truk pengangkut material dinilai menjadi salah satu penyebab semakin cepatnya kerusakan jalan.

Sebagai bentuk keseriusan dalam menyampaikan aspirasi, warga memilih bertahan di lokasi aksi.

Bahkan, sejumlah ibu-ibu tampak memasak makanan di tengah jalan yang diblokir untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para peserta aksi.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kejaksaan Agung dan Kementerian ESDM Perkuat Sinergi Pengawalan Hukum Sektor Energi
Kapolda Aceh dan BPKP Perkuat Sinergi, Dorong Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel
HMI Binjai Minta Data Pengelolaan Parkir Dibuka, Soroti Realisasi PAD yang Dinilai Belum Maksimal
Bulog Sumut Siapkan 17.300 Ton Beras untuk 1,73 Juta Penerima Bantuan Pangan
Pemkot Medan Fasilitasi 1.692 Calon Pekerja Migran Bekerja ke Luar Negeri
Pemprov Sumut Dorong Inalum Perkuat Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan Danau Toba
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru