BREAKING NEWS
Rabu, 23 September 2026

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berujung Ricuh, Warga dan Aparat Saling Lempar: Kami Datang untuk Berdoa, Malah Gas Air Mata yang Kami Terima

Nurul - Sabtu, 15 Agustus 2026 13:44 WIB
Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berujung Ricuh, Warga dan Aparat Saling Lempar: Kami Datang untuk Berdoa, Malah Gas Air Mata yang Kami Terima
Aksi saling lempar antara masyarakat dan aparat keamanan dalam kegiatan Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026, diwarnai kericuhan.

Kegiatan yang awalnya berlangsung dengan zikir dan doa berubah menjadi aksi saling lempar antara masyarakat dan aparat keamanan.

Ribuan warga dari berbagai daerah di Aceh menghadiri kegiatan tersebut.

Baca Juga:

Peserta disebut datang dari sejumlah wilayah, mulai dari Aceh Tamiang hingga Aceh Singkil.


Penyelenggara memperkirakan sekitar 5.000 orang hadir dalam kegiatan yang digagas oleh masyarakat Aceh tersebut.

Wakil Ketua Panitia Zikir dan Doa, Tgk Zainuddin Unit, mengatakan kegiatan tersebut murni merupakan inisiatif masyarakat Aceh.

Menurut dia, kegiatan digelar karena adanya keprihatinan terhadap kondisi Aceh saat ini.

"Kegiatan ini murni digagas oleh Masyarakat Aceh yang prihatin melihat kondisi Aceh saat ini," kata Tgk Zainuddin Unit kepada wartawan di Banda Aceh beberapa hari lalu.

Ia mengatakan kegiatan tersebut sejak awal diarahkan untuk zikir, doa, dan penyampaian aspirasi.

Panitia juga meminta peserta tidak membawa atribut tertentu.

"Pada kegiatan tersebut Tgk Zainuddin Masyarakat dilarang membawa Bendera Bulan Bintang, kita fokus pada Zikir dan doa dan penyampaian Aspirasi untuk kebaikan Aceh," ujarnya.

Situasi di lokasi kemudian berubah. Kegiatan yang semula berlangsung tenang disebut berakhir ricuh.

Awalnya peserta menyampaikan aspirasi.

Namun, suasana kemudian memanas dan terjadi aksi saling lempar.

Masyarakat melempar batu, sedangkan aparat keamanan menggunakan gas air mata.

Para peserta zikir dan doa pun berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Seorang warga yang berada di lokasi mengaku kecewa karena kedatangannya ke Masjid Raya Baiturrahman bertujuan mengikuti doa.

"Warga yang datang ke Mesjid Raya Baiturrahman tujuan nya untuk berdoa, tetapi bukan doa yang khusyuk, Gas air mata yang kami terima," kata seorang ibu-ibu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kericuhan terjadi setelah aparat keamanan membubarkan para pengunjung menggunakan gas air mata.

Situasi kemudian semakin memanas setelah sebagian masyarakat melakukan perlawanan dengan melemparkan batu ke arah aparat.

Seorang saksi mata yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan terdapat sejumlah warga yang diamankan aparat keamanan setelah kericuhan.

Namun, hingga berita ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai jumlah warga maupun anggota aparat yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Konfirmasi kepada pihak Humas Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh juga belum diperoleh.

Dengan demikian, jumlah korban dan kronologi lengkap kericuhan masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.* (ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Siapkan Rp100,17 Triliun untuk Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga 2028
BTN Luncurkan 9.800 KTM Co-Branding USU, Perkuat Ekosistem Transaksi Mahasiswa
Jangan Langsung Beranjak, Ini Bacaan dan Doa Setelah Adzan Subuh
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Sabtu 15 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Rawat Semangat Perdamaian, TNI-Polri Kerahkan 169 Personel Amankan Hari Damai Aceh 2026
Sambut HUT ke-81 RI, Polda Aceh Sebar 6.000 Bendera Merah Putih hingga ke Pelosok Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru