BREAKING NEWS
Rabu, 19 Agustus 2026

Ponpes di Medan Rusak Parah Diterjang Angin Kencang, 15 Santriwati Diungsikan

Dodi Kurniawan - Rabu, 19 Agustus 2026 20:28 WIB
Ponpes di Medan Rusak Parah Diterjang Angin Kencang, 15 Santriwati Diungsikan
Pondok Pesantren Santriwati Al-Abrary rusak parah akibat diterjang angin kencang di Jalan Suka Eka Nomor 15, Kecamatan Medan Johor. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Angin kencang yang menerjang Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, menyebabkan sejumlah bangunan rusak.

Salah satunya Pondok Pesantren Santriwati Al-Abrary di Jalan Suka Eka Nomor 15, Kecamatan Medan Johor.

Atap seng pondok pesantren tersebut terangkat dan sebagian besar terlepas akibat terpaan angin.

Baca Juga:

Kondisi itu membuat sekitar 15 santriwati yang sedang menimba ilmu harus dipindahkan sementara ke lokasi lain.

Pimpinan Pondok Pesantren Santriwati Al-Abrary, Mukti Abrar, mengatakan peristiwa terjadi ketika para santriwati tengah beraktivitas di tengah hujan deras dan angin kencang.

"Kejadiannya tadi malam, waktu santriwati kita lagi beraktivitas hujan dan angin kuat. Memang di kawasan Jalan STM itu banyak yang kena, tempat tahfiz kita salah satu yang paling parah," ujarnya, Rabu (19/8/2026) sore.

Mukti mengatakan terdapat sekitar 15 santriwati yang belajar di pondok pesantren tersebut.

Setelah hujan dan angin reda, ia langsung mengambil langkah untuk memindahkan para santriwati ke lokasi lain.

"Malam itu juga saya pesankan angkot biar anak-anak kita diungsikan di Pinang Baris, disana ada juga lokasi kita, disitulah sementara mereka belajar," ucapnya.

Para santriwati untuk sementara mengikuti kegiatan belajar di lokasi milik pondok pesantren yang berada di kawasan Pinang Baris.

Sementara itu, bangunan Pondok Pesantren Al-Abrary di Jalan Suka Eka belum dapat digunakan karena bagian atap mengalami kerusakan parah.

"Bisa dibilang hampir 70 persen rusak, atap sengnya copot hampir semua, jadi tidak bisa digunakan belajar," ujar Mukti.

Mukti mengatakan dirinya kini berupaya mencari biaya untuk memperbaiki bangunan pesantren.

Ia bahkan mengaku sedang mencari pinjaman agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.

"Makanya sekarang secara pribadi saya cari pinjaman, utang untuk bisa perbaiki pondok pesantren kami. Ya setidaknya biar cepat bisa dipakai kembali," ucapnya.

Menurut Mukti, perbaikan bangunan perlu segera dilakukan agar kegiatan belajar para santriwati tidak terganggu.

Apalagi, para santri tengah menjalani program menghafal Al-Quran.

"Karena rata-rata anak-anak kita ini gratis uang sekolahnya, mereka ada orangtua asuhnya yang membiayai, Rata-rata begitu, sedikit yang memang dibiayai orangtua aslinya," tutur Mukti.

Ia berharap bangunan pondok pesantren dapat segera diperbaiki sehingga para santriwati bisa kembali belajar di tempat semula.

Mukti mengatakan hingga Rabu, 19 Agustus 2026, belum ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki kerusakan pesantren tersebut.

Meski demikian, pihak pondok pesantren terbuka terhadap bantuan dari masyarakat maupun pihak lain yang ingin membantu proses pemulihan bangunan.

"Kalau bantuan (dari pemerintah) sementara belum, tapi kalau memang ada yang hendak bantu, kami terbuka, yang penting anak-anak kami tidak terganggu belajarnya," katanya.

Kerusakan Pondok Pesantren Al-Abrary menjadi bagian dari dampak cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Medan Johor.

Pemerintah dan petugas terkait sebelumnya melakukan pendataan terhadap rumah dan bangunan yang terdampak angin kencang di kawasan tersebut.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 21 Agustus di Sumut
Pemkab Aceh Tengah Pulihkan 1.496 Hektare Sawah Rusak Pascabencana, Petani Ditargetkan Kembali Menanam September
Kisah Nurbaiti, Lansia 73 Tahun yang Merangkak Keluar Saat Rumah Hancur Diterjang Puting Beliung di Medan Johor
Menhan Sjafrie: Indonesia Akan Kedatangan Lebih Banyak Pesawat Angkut dan Tempur
Pemkab Batu Bara Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Penghapusan Piutang PBB-P2 Kedaluwarsa
CPNS Diproyeksikan Dibuka Awal 2027, Kebutuhan Guru Capai 526.689 Formasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru