BNPT Tegaskan Aksi KKB di Papua Tak Masuk Kategori Tindak Pidana Terorisme, Ini Alasannya
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pa
HUKUM DAN KRIMINAL
LAMPUNG — Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Resort Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, sejak Jumat siang, 21 Agustus 2026.
Hingga Sabtu, 22 Agustus, api telah membakar sekitar 673,4 hektare kawasan taman nasional.
Tim gabungan masih berupaya memadamkan sekaligus melokalisasi api agar kebakaran tidak meluas.Baca Juga:
Kondisi medan yang sulit, lahan kering, angin kencang, serta terbatasnya sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
Kebakaran ini menjadi perhatian karena TN Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi penting yang menjadi habitat gajah Sumatera dan berbagai satwa liar lainnya.
Kepala Balai TNWK MHD Zaidi mengatakan hingga Sabtu belum ada laporan mengenai gajah liar maupun satwa lain yang terdampak langsung akibat kebakaran.
Gajah liar yang berada di kawasan taman nasional saat ini terpantau berada di bagian utara TNWK.
Sementara titik kebakaran berada di bagian selatan, tepatnya di kawasan Jati 3, Resort Kuala Penet, SPTN Wilayah III Kuala Penet, Kecamatan Braja Selebah.
"Belum ada laporan. Sementara posisi gajah liar termonitor di bagian utara TNWK," kata Zaidi, Sabtu.
Meski demikian, petugas tetap memantau pergerakan satwa dan perkembangan api.
Kebakaran belum sepenuhnya padam dan masih bergerak dari titik awal di Jati 3 menuju kawasan Rawa Mbah Sapon.
Petugas juga melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan api masih membakar kawasan TNWK hingga Sabtu.
"Api masih berlangsung dan belum dapat dipadamkan sepenuhnya. Personel gabungan masih melakukan penanganan di lokasi," ujar Yuni, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Yuni, proses pemadaman menghadapi medan yang cukup ekstrem.
Kendaraan tidak dapat mencapai lokasi titik api sehingga sebagian personel harus berjalan kaki selama sekitar satu jam.
"Medan di lokasi cukup ekstrem. Kendaraan tidak bisa menjangkau titik kebakaran sehingga personel harus berjalan kaki. Kondisi ini tentu menjadi tantangan dalam proses pemadaman," kata Yuni.
Kondisi lahan yang kering dan minim sumber air turut memperlambat penanganan.
Petugas menggunakan peralatan manual, seperti tangki semprot Alpa dan alat pemukul api atau gepyok kayu.
Mesin pompa air atau Alkon juga disiapkan untuk membantu pemadaman.
Zaidi mengatakan karakteristik lahan yang bergambut membuat penanganan membutuhkan perhatian lebih karena api dapat menjalar di bawah permukaan.
"TNWK bersama para pihak terus berupaya maksimal melakukan pemadaman. Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan," ujar Zaidi melalui siaran pers.
Sekitar 29 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran di lokasi.
Mereka terdiri atas 14 personel Polisi Kehutanan dan Masyarakat Mitra Polhut, 10 anggota Polsek Braja Selebah, serta lima personel TNI dari Koramil Way Jepara.
Penanganan juga melibatkan Balai TNWK dan masyarakat sekitar.
Zaidi mengatakan tambahan personel, logistik, dan mesin pompa portabel masih dibutuhkan untuk memperkuat operasi pemadaman.
"Teman-teman kami masih berjibaku di lapangan sejak siang kemarin," kata Zaidi.
"Butuh bantuan personel, logistik, dan mesin pompa portabel. Yang ada di lapangan sekarang tim TNWK, TNI, Polri, dan masyarakat," lanjutnya.
Selain memadamkan api, petugas berupaya membuat batas agar kobaran tidak bergerak semakin jauh ke kawasan lainnya.
Mengenai penyebab kebakaran, Zaidi menyebut terdapat dugaan bahwa api sengaja dipicu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia menduga pola tersebut serupa dengan kejadian kebakaran pada tahun-tahun sebelumnya.
"Saya yakinnya begitu. Ada dugaan seperti tahun-tahun sebelumnya, sengaja dibakar oleh pemburu liar," tegas Zaidi.
Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran.
Hingga Sabtu, belum ada informasi mengenai identitas pelaku ataupun pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Belum ada pula hasil penyelidikan yang memastikan pemburu liar sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.
Balai TNWK berencana memperketat pengamanan dan meningkatkan patroli di kawasan yang rawan kebakaran serta kejahatan kehutanan.
Patroli juga diarahkan untuk mencegah perburuan satwa liar, pembalakan ilegal, dan perambahan kawasan.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat di lapangan, mempertegas bahwa kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Way Kambas," ujar Zaidi.
Kebakaran TNWK juga memunculkan berbagai dugaan di media sosial, termasuk kemungkinan kaitannya dengan pembukaan lahan atau perkebunan sawit.
Namun, hingga Sabtu belum terdapat informasi resmi yang menghubungkan kebakaran tersebut dengan kegiatan pembukaan lahan maupun perkebunan sawit.
Keterangan Balai TNWK sejauh ini baru menyebut dugaan kebakaran sengaja dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan salah satu dugaan mengarah kepada pemburu liar.
Karena itu, dugaan mengenai kepentingan pembukaan lahan atau perkebunan sawit belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pembuktian.
Kebakaran Way Kambas terjadi ketika potensi karhutla di sejumlah wilayah Lampung meningkat.
BMKG Lampung mendeteksi 98 titik panas di sembilan kabupaten berdasarkan pemantauan satelit hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 20.59 WIB.
Titik panas terbanyak terdeteksi di Way Kanan sebanyak 49 titik, Tulang Bawang 18 titik, Lampung Utara 10 titik, Pesisir Barat tujuh titik, Lampung Tengah enam titik, dan Lampung Timur tiga titik.
Sisanya tersebar di Mesuji, Tulang Bawang Barat, dan Lampung Selatan.
Dari 98 titik tersebut, 14 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 82 titik kategori sedang, dan dua titik kategori rendah.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Suhu udara yang terik, kelembapan yang relatif rendah, serta hembusan angin kencang dapat memicu dan mempercepat penyebaran api," kata Rudi.
Saat ini, prioritas petugas masih pada pemadaman, pelokalisasian api, pendinginan, serta pemantauan pergerakan satwa.
Belum ada rencana terperinci mengenai pemulihan habitat yang diumumkan karena kebakaran masih berlangsung.
Setelah api sepenuhnya dikendalikan, pendataan terhadap vegetasi dan habitat satwa yang terdampak menjadi langkah penting untuk mengetahui dampak kebakaran secara menyeluruh.
Untuk sementara, gajah liar di TN Way Kambas masih terpantau berada di bagian utara kawasan dan belum dilaporkan terdampak langsung.
Namun, kondisi tersebut tetap dipantau karena api di bagian selatan belum sepenuhnya padam dan masih bergerak menuju Rawa Mbah Sapon.* (km/ad)
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa bumi m
NASIONAL
YOGYAKARTA Sekitar 6,7 juta penduduk Indonesia diperkirakan terinfeksi hepatitis B, sementara sekitar 2,5 juta lainnya terinfeksi hepati
KESEHATAN
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran calon mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional atau MagangHub
NASIONAL
BANDA ACEH Majelis Pengurus Daerah (MPD) Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (ICMI) Kota Banda Aceh dipercaya menjadi tuan rumah seka
NASIONAL
OlehFirdaus ArifinADA politisi yang kekuasaannya berakhir bersamaan dengan berakhirnya jabatan. Begitu kendaraan dinas dikembalikan, pengaw
OPINI
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat atau KUR Mandiri 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UM
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkapkan terdapat 335 perusahaan pemilik konsesi yang berada di kawasan lahan terba
NASIONAL
TOBA Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Bintang Timur Balige (BTB), Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, menjadi perhat
PERISTIWA