BREAKING NEWS
Minggu, 23 Agustus 2026

Kabut Asap Karhutla Jambi Menyebar ke Riau, Sekolah Bisa Diliburkan Jika Kualitas Udara Memburuk

Administrator - Minggu, 23 Agustus 2026 09:28 WIB
Kabut Asap Karhutla Jambi Menyebar ke Riau, Sekolah Bisa Diliburkan Jika Kualitas Udara Memburuk
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu, 22 Agustus 2026. (foto: Dok. Pemkab Kampar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

RIAU Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan asap yang dirasakan masyarakat Riau berasal dari kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga, Jambi.

Jumhur menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Baca Juga:

Menurut Jumhur, arah angin berdasarkan citra satelit bergerak dari Jambi menuju Riau.

Kondisi itu membuat asap dari kebakaran di Jambi terbawa hingga wilayah Riau.

"Dari citra satelit, angin itu dari Jambi (mengarah ke Riau). Jadi, asap-asap itu kiriman dari Jambi," kata Jumhur.

Jumhur mengatakan jumlah titik api atau hotspot kebakaran hutan dan lahan mengalami peningkatan dalam dua hari terakhir.

Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 3.800 titik api di Indonesia yang tersebar di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Peningkatan titik api tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kebakaran terjadi di sejumlah wilayah yang memiliki lahan gambut.

Kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi meluas dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup menyiapkan surat edaran mengenai kegiatan belajar mengajar di daerah yang terdampak kabut asap.

Jumhur mengatakan sekolah dapat diliburkan apabila kualitas udara akibat asap karhutla telah melewati ambang batas yang ditentukan.

"Menteri LH mengeluarkan surat edaran, mungkin hari ini, apabila pada ambang batas tertentu, itu tidak boleh sekolah. Nanti kami lihat ambang batasnya berapa, maka sekolah wajib meliburkan (siswa). Karena itu sudah ada normanya gitu. Jadi, kalau sudah melewati ambang batas, tapi sekolah dihajar juga, itu bahaya buat anak-anak," ujar Jumhur.

Menurut dia, kebijakan tersebut diperlukan untuk melindungi kesehatan anak-anak apabila kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Untuk kondisi Riau saat ini, Jumhur mengatakan kualitas udara masih tergolong baik.

Bahkan, menurut dia, kualitas udara di wilayah tersebut lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Meski kualitas udara disebut masih baik, sejumlah wilayah Riau masih menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu daerah yang terdampak.

Kebakaran terjadi di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, dengan lahan gambut yang terbakar mencapai ratusan hektare.

Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Karhutla juga terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut bertambah menjadi sekitar 10 hektare, dari sebelumnya 8,8 hektare.

Api di permukaan lahan disebut telah padam. Namun, asap masih muncul dalam jumlah cukup banyak dan berdampak terhadap permukiman warga di sekitar lokasi.

Sejumlah warga bahkan mulai merasakan gangguan kesehatan. Keluhan yang muncul antara lain batuk, sesak napas, dan mata perih.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan masyarakat dari dampak asap dan pencemaran udara.

Pemerintah dan petugas gabungan masih melakukan pemantauan serta pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali membesar.* (km/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemenhub Izinkan 35 Pesawat Asing untuk Tangani Karhutla di Kalimantan
Cegah Karhutla, Prabowo Siapkan Alat Berat untuk Buka Lahan Tanpa Bakar
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Minggu 23 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Cerah Berawan
335 Perusahaan Punya Konsesi di Kawasan Karhutla Sumatra-Kalimantan, Menteri LH: Bisa Dipidana
Belatung Diduga Ditemukan dalam Menu Daging MBG di SMA Bintang Timur Balige, Begini Respons Sekolah
Diduga Tercemar Limbah Minyak dan Oli, Parit di Deli Serdang Mendadak Terbakar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru