Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
ACEH BESAR - Polsek Peukan Bada, Polresta Banda Aceh, menelusuri lokasi penemuan yang diduga tulang belulang manusia di kawasan pesisir pantai yang sempat viral di media sosial. Polisi juga memastikan lokasi temuan tersebut berada di Gampong Lamguron, bukan Gampong Lamteungoh seperti yang disebut dalam sejumlah unggahan.
Kapolsek Peukan Bada Iptu Suriyatno mengatakan pihaknya melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan perangkat gampong serta masyarakat untuk memastikan lokasi dan informasi terkait temuan tersebut.
"Kami telah berkoordinasi dengan Keuchik Gampong Lamguron, Ibnu Hibban, serta masyarakat di sekitar lokasi penemuan. Berdasarkan keterangan yang kami terima, lokasi tersebut berada di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Gampong Lamguron, Kecamatan Peukan Bada, bukan di Gampong Lamteungoh," ujar Suriyatno saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026) siang.
Baca Juga:
Menurut keterangan perangkat Gampong Lamguron, tulang belulang yang terlihat dalam video yang beredar diduga merupakan sisa dari kawasan pemakaman lama. Kawasan tersebut sebelumnya merupakan daratan yang kemudian mengalami abrasi dan perubahan bentang alam setelah tsunami hingga sebagian wilayahnya kini menjadi perairan.

"Dari keterangan masyarakat dan perangkat gampong, tulang belulang yang ditemukan tersebut diduga berasal dari kawasan pemakaman lama," kata Suriyatno.
Suriyatno menjelaskan kawasan tersebut sebelumnya dikenal sebagai area perkebunan kelapa sekaligus lokasi pemakaman lama. Sebelum tsunami, makam-makam lama di sepanjang kawasan tersebut masih terlihat.
"Menurut keterangan masyarakat, sebelum tsunami, kawasan tersebut merupakan daratan dan terdapat pemakaman lama di sepanjang garis pantai dengan panjang kurang lebih 800 meter," jelasnya.
Seiring terjadinya abrasi, terutama saat musim timur, sejumlah bagian dari kawasan pemakaman lama tersebut diduga ikut tergerus. Kondisi itu membuat material dari area pemakaman, termasuk tulang belulang yang diduga merupakan tulang manusia, dapat muncul ke permukaan ketika air laut surut.
"Kemungkinan masih terdapat tulang belulang lain di kawasan tersebut yang dapat ditemukan kembali, khususnya saat kondisi air laut surut," ujarnya.
Polsek Peukan Bada mengapresiasi masyarakat maupun pengunggah video yang telah menyampaikan informasi mengenai kondisi di kawasan pesisir tersebut. Informasi dari masyarakat dinilai membantu aparat melakukan pengecekan terhadap lokasi yang menjadi perhatian publik.
.jpeg)
Suriyatno juga mengimbau masyarakat untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat gampong dan kepolisian apabila menemukan sesuatu yang diduga berkaitan dengan sisa pemakaman maupun temuan lainnya.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan lokasi dan informasi yang beredar sekaligus menghindari kesalahpahaman terkait batas wilayah administrasi antargampong.
"Kami mengapresiasi informasi yang disampaikan melalui media sosial. Kami berharap temuan tersebut dapat ditangani dan dipindahkan ke lokasi yang lebih layak oleh pihak terkait. Kami juga mengimbau masyarakat agar terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan perangkat gampong setempat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman terkait batas wilayah antargampong," pungkas Suriyatno.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.