BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

Gempa Susulan M 4,3 di Flores Picu Longsor, Distribusi Bantuan di Palue Terancam Terganggu

Abyadi Siregar - Jumat, 04 September 2026 17:05 WIB
Gempa Susulan M 4,3 di Flores Picu Longsor, Distribusi Bantuan di Palue Terancam Terganggu
Longsor di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa susulan mengguncang wilayah tersebut pada Jumat, 4 September 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIKKA Longsor kembali terjadi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa susulan mengguncang wilayah tersebut pada Jumat, 4 September 2026.

Material longsor berupa tumpukan batu dan tanah menutupi badan jalan. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Warga Palue, Nestor Langga, mengatakan longsor terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Desa Rokirole dan Desa Nitung Lea.

Baca Juga:

"Longsor lagi, kendaraan tidak bisa lewat," ujar Nestor dalam keterangannya, Jumat.

Menurut Nestor, ruas jalan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat Palue.

Jalan itu digunakan untuk memperoleh layanan kesehatan, pendidikan, hingga menunjang aktivitas ekonomi warga.

Jalur tersebut juga menjadi akses utama penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

"Perlu ekskavator untuk membersihkan timbunan," katanya.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan gempa susulan terjadi pada Jumat sekitar pukul 06.36 Wita.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,3 dengan kedalaman 12 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,20 derajat Lintang Selatan dan 120,55 derajat Bujur Timur.

Lokasinya berada di laut, sekitar 47 kilometer sebelah utara Manggarai.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Arief.

Arief menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores back arc thrust.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa tersebut dirasakan dengan skala intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI).

"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang di Manggarai," katanya.

Menurut Arief, gempa susulan M 4,3 tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Hingga Jumat, 4 September 2026 pukul 06.00 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat sebanyak 12.076 aktivitas gempa bumi susulan.

Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2.

Longsor yang kembali menutup ruas jalan Desa Rokirole-Desa Nitung Lea menjadi perhatian karena jalur tersebut memiliki peran penting bagi warga Palue.

Selain untuk mobilitas sehari-hari, akses tersebut dibutuhkan untuk distribusi bantuan kepada masyarakat yang masih terdampak rangkaian gempa Flores.

Warga berharap material longsor segera dibersihkan menggunakan alat berat sehingga kendaraan dapat kembali melintas dan penyaluran bantuan tidak terhambat.* (km/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Aceh Jumat 4 September 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Petir
Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Jumat 4 September 2026: Mayoritas Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat 4 September 2026: Seluruh Wilayah Cerah, Suhu Capai 34 Derajat
Prakiraan Cuaca Jawa Barat Jumat 4 September 2026: Suhu Capai 36 Derajat, Mayoritas Cerah
Prakiraan Cuaca Yogyakarta Jumat 4 September 2026: Seluruh Wilayah Cerah, Suhu Capai 33 Derajat
Prakiraan Cuaca Bali Jumat 4 September 2026: Mayoritas Cerah, Bangli Berawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru