Hampir 3 Bulan Tak Turun Hujan, Warga Pekan Bada Aceh Besar Mulai Krisis Air Bersih
ACEH BESAR Warga di kawasan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang ya
PERISTIWA
ACEH BESAR — Warga di kawasan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
Kondisi itu membuat sejumlah sumur warga mulai mengering.
Sementara pasokan air dari PDAM Tirta Montala juga mengalir secara terbatas sehingga warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Baca Juga:
Salah seorang warga Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada, Edi, mengatakan wilayah tempat tinggalnya sudah hampir tiga bulan tidak diguyur hujan.
Kalaupun hujan turun, intensitasnya hanya ringan sehingga belum mampu menambah debit air sumur warga.
"Sudah hampir Tiga bulan daerah kami tidak ada hujan, kalau pun ada hanya sebatas hujan ringan tidak bertambah air sumur warga," ujarnya kepada wartawan, Kamis, 10 September 2026, di Pekan Bada.
Menurut Edi, kondisi tersebut membuat warga harus membeli air bersih menggunakan mobil tangki ketika pasokan dari PDAM Tirta Montala tidak lancar.
Ia mengatakan air PDAM biasanya baru mengalir pada tengah malam.
Aliran tersebut pun tidak berlangsung lancar sehingga warga terpaksa begadang untuk mendapatkan air.
"Air PDAM mengalir tengah malam itupun tidak lancar, warga Gampong Lam Lumpu harus begadang untuk mendapatkan air bersih. Itupun dapat paling banyak satu ember atau satu jerigen isi 25 liter."
Keterbatasan air bersih membuat warga mulai khawatir kondisi akan semakin parah apabila kemarau terus berlangsung.
Warga Pekan Bada lainnya, Suriadi, mengatakan masyarakat berpotensi mengalami krisis air bersih jika hujan tidak segera turun.
"jika tidak ada hujan datang kemungkinan Warga Pekan Bada akan krisis air bersih, untuk itu Suriadi meminta pihak yang berwenang untuk mencari solusi kekurangan air bersih ujar nya."
Suriadi berharap pemerintah dan pihak terkait segera mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga selama kemarau.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena air merupakan kebutuhan dasar untuk keperluan rumah tangga sehari-hari.
Warga berharap distribusi air bersih dapat ditingkatkan sehingga masyarakat tidak harus membeli air atau menunggu hingga tengah malam untuk memperoleh pasokan.* (ad)
ACEH BESAR Warga di kawasan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang ya
PERISTIWA
KARO Orangtua siswa yang terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mempertanyakan
PERISTIWA
KUALA LUMPUR Malaysia dinilai perlu melanjutkan upaya meminta ganti rugi atas dampak kabut asap lintas batas yang berulang, termasuk yan
INTERNASIONAL
DAIRI Satuan Reserse Kriminal Polres Dairi mengungkap kasus perampokan dan penyekapan terhadap seorang dokter berinisial NT, 61 tahun, d
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI DPD II Partai Golkar Kota Binjai memperkuat struktur organisasi sayap partai menjelang Pemilu 2029. Haji Kires menunjuk Ali Imron
POLITIK
JAKARTA Nama Ahmad M. Ali kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sekitar Rp3,5 miliar dalam pen
SOSOK
ASAHAN Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, masih menjadi salah satu jalur yang digunakan untuk memasukkan narkotika jenis sabu dan ekstasi
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) dua pejabat utama (PJU) dan lima kapo
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengaku kerap diingatkan oleh stafnya agar menyampaikan pidato sesuai dengan teks yang telah disiapkan
NASIONAL
JAKARTA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap salah satu faktor yang diduga memicu kasus keracunan dalam program Makan Bergi
KESEHATAN