Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DELISERDANG - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta masyarakat dan media menghentikan komentar negatif serta perundungan terhadap siswa korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo. Dia menilai dukungan publik penting untuk membantu pemulihan mental dan psikologis para siswa.
Bobby mengatakan kondisi medis para korban telah mendapat penanganan dari tim dokter di Sumatera Utara. Namun, terdapat dua siswa yang dinilai membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut karena mengalami trauma serta kondisi psikologis yang lebih berat dibandingkan korban lainnya.
"Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta," kata Bobby, Sabtu (12/9/2026).
Baca Juga:
Menurut Bobby, tim dokter dari Sumut juga turut mendampingi proses perawatan kedua siswa tersebut selama menjalani pemeriksaan di Jakarta.
Bobby menegaskan penanganan korban tidak hanya berfokus pada kondisi fisik. Kesehatan mental dan psikologis anak juga perlu menjadi perhatian selama proses pemulihan.
Dia menyebut hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan sebagian korban mengalami gangguan mental yang dipicu komentar negatif dan perundungan di media sosial setelah kasus dugaan keracunan MBG menjadi perhatian publik.
"Anak-anak ini perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medisnya, tetapi juga mental dan psikisnya. Ada yang terganggu karena komentar-komentar dan cyberbullying," ujarnya.
Karena itu, Bobby meminta masyarakat maupun media tidak memberikan tekanan tambahan kepada para siswa. Dia berharap ruang publik digunakan untuk memberikan dukungan sehingga proses pemulihan korban dapat berjalan lebih baik.
Tim medis, kata Bobby, juga telah meminta para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kondisi psikologis mereka dari tekanan yang berasal dari luar.
"Demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih," katanya.
Bobby berharap masyarakat dapat memahami kondisi psikologis para korban dan memberikan dukungan selama mereka menjalani proses pemulihan. Dia menekankan keselamatan serta kesehatan anak harus menjadi prioritas bersama.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.