Bulog Sumut Pasok 4 Ton Beras SPHP dan 2.400 Liter Minyakita untuk Gerakan Pangan Murah
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memasok 4 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung pelaksan
EKONOMI
DELISERDANG — Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi.
Kali ini, puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, mengalami sakit perut dan sebagian muntah-muntah setelah mengonsumsi menu MBG.
Para siswa yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke Puskesmas Galang untuk mendapatkan penanganan medis.Baca Juga:
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 38 siswa dari empat sekolah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
Mereka berasal dari SDN 101976 Desa Bandar Kuala sebanyak 7 orang, SDN 106197 Desa Paku sebanyak 13 orang, SDN 101961 Desa Timbang Deli sebanyak 17 orang, dan SDN 107827 Desa Titi Besi sebanyak 1 orang.
Kepala Dinas Pendidikan Deliserdang A Syukri Fitrian mengatakan para siswa yang mengalami keluhan sudah mendapatkan penanganan medis.
"Sudah ditangani dan sudah ada juga yang pulang," ujar Kadis Pendidikan Deliserdang, A Syukri Fitrian.
Namun, Syukri belum dapat memastikan jumlah siswa yang sebenarnya mengalami dugaan keracunan.
Ia mengatakan seluruh siswa yang sakit telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Galang.
Sebagian siswa disebut sudah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan.
Keluhan yang dialami siswa antara lain sakit perut dan muntah-muntah.
Informasi awal menyebutkan keluhan muncul setelah siswa mengonsumsi susu kotak yang menjadi bagian dari menu MBG.
Setelah kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Deliserdang langsung mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.
Sampel tersebut selanjutnya akan dikirim ke laboratorium untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang Tetti Keliat mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah keluhan para siswa disebabkan oleh menu MBG yang dikonsumsi.
"Kita sudah ambil sampelnya biar dibawa ke Lab. Kita belum bisa memastikan ini, tunggu hasil labnya lah," ujar Tetti, Jumat (18/9/2026).
Tetti mengatakan sebanyak 25 siswa sempat dibawa oleh pihak sekolah ke Puskesmas Galang untuk mendapatkan perawatan.
Menurut dia, sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Hingga Jumat, 18 September 2026, masih terdapat tiga siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Galang.
"Dari 25 orang yang dibawa ke Puskesmas terakhir tinggal 3 anak saja yang masih dirawat. Semua kan kondisinya nggak sama makanya ada yang bisa pulang," kata Tetti.
Informasi mengenai dugaan keracunan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah.
Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di beberapa sekolah dalam satu wilayah.
Namun, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum diketahui.
Dinas Kesehatan Deliserdang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel menu MBG yang telah diamankan.
Jumlah siswa yang dilaporkan mengalami keluhan juga masih perlu dipastikan.
Data awal menyebutkan sedikitnya 38 siswa dari empat sekolah terdampak, sementara Dinas Kesehatan menyebut 25 siswa sempat dibawa ke Puskesmas Galang.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti dari dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut berasal.
Pemeriksaan sampel makanan menjadi salah satu langkah untuk mengetahui penyebab kejadian dan memastikan apakah keluhan kesehatan para siswa berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi.* (tm/ad)
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memasok 4 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung pelaksan
EKONOMI
BATAM Kota Batam, Kepulauan Riau, resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS).
NASIONAL
DELISERDANG Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, puluhan siswa sekolah dasar
PERISTIWA
DELISERDANG Kasus dugaan penyimpangan pengadaan jilbab senilai Rp525 juta di Pemerintah Kabupaten Deliserdang pada tahun anggaran 2025 m
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memperbolehkan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membeli mobil dinas
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra meminta Pemerintah Kota Medan segera mengambil langkah konkret menyikapi kondisi kualita
KESEHATAN
MEDAN Ketua DPRD Kabupaten Karo, Iriani Br Tarigan, mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi m
PERISTIWA
MEDAN Wacana Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, Dodhy Thahir, menjadi perhatia
POLITIK
MEDAN Sebanyak 760 atlet pelajar dari seluruh kecamatan di Kota Medan mengikuti Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Antarkecamatan Piala Wali K
OLAHRAGA
MEDAN Unit Reskrim Polsek Sunggal menangkap dua orang yang diduga terlibat penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor. Kedua pelaku, se
HUKUM DAN KRIMINAL